Museum Terbaik di Eropa Museum Terbaik di Eropa

Museum Terbaik di Eropa – Setelah melewati beberapa tahap proses dalam penyaringan, akhirnya kami dapat menyempurnakan artikel yang sudah kami kumpulkan dengan data-data dari sumber yang terpercaya mengenai mueseum terbaik di eropa.

Museum merupakan sebuah tempat yang pastinya menghadirkan berbagai barang unik, antik, dan bernilai sejarah tinggi yang dimana didalamnya penuh dengan sebuah seni dan cerita. Setiap museum memiliki ciri khas masing-masing yang dimana disesuaikan dengan tema dan apa yang ada didalamnya. Eropa merupakan salah satu benua yang memiliki banyak sekali museum menarik yang sangat wajib untuk dikunjungi. Berikut 10 museum terbaik di Eropa yang wajib dikunjungi saat berlibur.

1. State Hermitage Museum

Salah satu museum terbaik yang satu ini terletak di St. Petersburg, Rusia. Museum ini didirikan pertama kali pada tahun 1754 oleh Catherine the Great yang dimana baru pertama kali dibuka untuk khalayak umum pada tahun 1852. Museum ini memiliki banyak keunikan diantaranya adalah dibagi menjadi 6 bangunan yang dimana salah satu dari bangunannya yaitu Winter Palace merupakan bekas tempat tinggal dari kaisar Rusia pada jaman dahulu. Tentu ini adalah fenomena yang beda dari museum lainnya dan tentunya memiliki banyak sekali keunikan-keunikan dari bangunan museum yang megah.

State Hermitage Museum tercatat menyimpan jutaan karya seni dan juga tercatat sebagai museum dengan lukisan terbanyak di dunia. Tentu para pengunjung bisa menikmati berbagai seni disana yang sangat syarat akan cerita dan sejarah.

2. Musee d’Orsay

Musee d’Orsay merupakan museum yang berada di Paris, Perancis tepatnya di tepi sungai Seine. Museum ini menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Paris. Banyak benda atau barang-barang antik, unik dan bersejarah yang ada di museum ini seperti lukisan, perabotan, dan karya seni lainnya. Banyak karya dari pelukis terkenal yang dipajang di museum ini yang dimana akan menambah kesan para pengunjung. Tentu sangat menarik dapat melihat berbagai benda atau barang yang bersejarah dan syarat akan seni di museum yang satu ini.

Musee d’Orsay merupakan salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di Perancis dan menjadi salah satu yang terbaik di Eropa tak heran setiap tahunnya pengunjung silih berganti datang ke museum Musee d’Orsay ini.

3. Prado National Museum

Museum terbaik selanjutnya di Eropa yaitu Pradi National Museum yang terletak di ibukota Spanyol, Madrid. Bagi wisatawan yang ingin melihat berbagai catatan atau benda sejarah dari berbagai wilayah di Eropa maka museum ini adalah tempatnya. Museum ini memiliki berbagai benda bersejarah dari berbagai abad seperti lukisan, catatan sejarah, patung dan lain-lain. Tentunya museum ini sangat cocok bagi yang menyukai sejarah karena memang banyak sekali hal-hal yang bisa menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran setelah berkunjung di Prado National Museum.

Banyak hal unik, menarik dan bersejarah di museum ini yang membuatnya banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai negara. Tak heran jika museum ini masuk dalam salah satu yang terbaik di Eropa.

Baca Juga:Koleksi Museum Sumpah Pemuda

4. British Museum

Dari namanya sudah dapat ditebak bahwa museum ini terletak di Inggris tepatnya di Kota London. Museum ini terkenal memiliki berbagai barang atau benda seni, bersejarah dari berbagai belahan dunia yang jumlahnya mencapai jutaan. British Museum termasuk dalam museum dengan jumlah koleksi paling lengkap di dunia tak heran jika banyak orang datang ketempat ini untuk menikmati berbagai koleksi yang ada disana. Letaknya yang berada di Kota London membuat museum ini mudah diakses dan mudah ditemukan oleh para wisatawan.

Hal yang menarik lainnya dari banyaknya koleksi seni dan sejarah yang ada, British Museum memberikan tiket gratis kepada setiap pengunjung artinya tidak akan dikenakan biaya sama sekali jika mengunjungi museum yang satu ini.

Koleksi Museum Sumpah Pemuda Koleksi Museum Sumpah Pemuda

Koleksi Museum Sumpah Pemuda – Berikut ini merupakan koleksi-koleksi benda bersejarah yang terdapat di dalam museum sumpah pemuda.

Barang – barang yang menjadi bagian dari sejarah museum Sumpah Pemuda sebagai museum khusus ini berhubungan dengan peristiwa bersejarah tersebut. Hingga tahun 2007, koleksinya secara keseluruhan bejumlah 2.867 buah, dengan koleksi utama adalah Gedung Kramat 106 itu sendiri yang menjadi tempat perencanaan dan pelaksanaan Kongres Pemuda II pada 27 – 28 Oktober 1928. Bangunan gedung terdiri dari bangunan utama yang terdiri dari serabi depan, satu ruang tamu, lima buah kamar, satu ruang terbuka atau ruangan rapat, dan paviliun yang terdiri dari dua kamar. Ruangan – ruangan dalam sejarah Museum Sumpah Pemuda yang menata koleksinya dengan kronologis peristiwa Sumpah Pemuda yaitu antara lain:

1. Ruang Pengenalan

Letak ruangan ini ada di bagian depan gedung persis di pintu masuk utamanya. Isi pameran ruangan ini adalah peta Indonesia yang menggambarkan kedudukan organisasi pemuda kedaerahan, peta Jakarta yang menunjukkan tempat – tempat kongres pemuda kedua, panitia kongres, patung dada Muhammad Yamin dan Sugondo Djojopuspito, organisasi peserta kongres dan maket gedung. Lantai ubin yang dipergunakan adalah asli berasal dari zaman Belanda.

2. Ruang Pertumbuhan Organisasi Kepemudaan

Letak ruangan dalam sejarah Museum Sumpah Pemuda ini bersebelahan dengan ruang pengenalan dan bisa dimasuki lewat pintu di sebelah kiri. Di ruangan ini digambarkan masa – masa pertumbuhan awal dari organisasi pemuda yang berawal dari Perhimpunan Indonesia di Belanda. Kegiatan beberapa pergerakan pemuda seperti Perhimpunan Indonesia, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Jong Islamieten Bond. Perserikatan Minahasa, Jong Batak, Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia dan Kepanduan atau INPO. Juga terdapat relik dari peralatan pandu yang digunakan pada tahun 1920an.

3. Ruang Kongres Pemuda I

Ruangan yang menjadi bagian dari sejarah museum sumpah pemuda ini juga terletak bersebelahan dengan ruang pertumbuhan. Koleksi yang dipamerkan berhubungan dengan Kongres Pemuda I seperti foto – foto peserta, kegiatan, Perhimpunan Pelajar – pelajar Indonesia, Partai Nasional Indonesia, cuplikan pidato kongres pertama, dan bendera pandu merah putih dari tahun 1928.

4. Ruang Kongres Pemuda II

Terletak persis diluar ruangan kongres pertama, dalam sejarah museum sumpah pemuda koleksi ruangan ini berisi penggambaran peristiwa Kongres Pemuda Kedua seperti minirama kongres kedua, suasana di sidang ketiga kongres kedua, replika biola W.R Supratman, dan maklumat panitia kongres dan isi keputusan konges kedua. Simak juga mengenai biografi W.R Supratman.

Baca Juga :Sejarah Museum Sumpah Pemuda

5. Ruang Indonesia Muda

Disini terdapat beberapa koleksi yang dipamerkan terkait dengan pergerakan pemuda setelah ikrar Sumpah Pemuda, yaitu Vandel Indonesia Mud, foto komisi besar dari Indonesia Muda dan foto – foto kegiatannya. Ketahui juga mengenai sejarah Indische Partij, sejarah sumpah pemuda, dan sejarah bahasa Indonesia.

6. Ruang PPPI

Isi ruangan Sejarah Museum Sumpah Pemuda ini merupakan koleksi yang berhubungan dengan Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia pada waktu setelah terjadinya kongres kedua. Selain itu juga ada dipamerkan koleksi yang berhubungan dengan pergerakan pemuda yang dilakukan melalui partai politik.

7. Ruang Tematik

Area yang terdiri dari dua ruangan letaknya di paviliun Gedung Kramat 106 yang masih menjadi bagian dari sejarah dari museum sumpah pemuda dan memamerkan beberapa koleksi yang ada hubungannya dengan aktivitas pemuda di tahun 1945, 1966 dan juga di tahun 1998. Ketahui juga sejarah Bhinneka Tunggal Ika, sejarah lahirnya Pancasila dan sejarah lagu Indonesia Raya.

Sejarah Museum Sumpah Pemuda Sejarah Museum Sumpah Pemuda

Sejarah Museum Sumpah Pemuda – Museum Sumpah Pemuda menjadi salah satu museum terkenal yang terletak di daerah Jakarta. Berikut ini merupakan artikel tentang sejarah museum sumpah pemuda.

Bangunan yang menjadi lokasi pembacaan naskah Sumpah Pemuda adalah rumah pondokan khusus pelajar dan mahasiswa yang hak guna bangunannya pada awalnya dipegang oleh Sie Kong Liong. Gedung milik pemerintah RI ini pernah menampung beberapa tokoh pergerakan pada perkembangan nasionalisme Indonesia seperti Muhammad Yamin, Aboe Hanifah, Amir Sjarifudin, Soegondo Djojopoespito, Setiawan, Soejadi, Mangaradja Pintor, A.K. Gani, Mohammad Tamzil dan Assaat dt Moeda. Sejak tahun 1925 gedung ini menjadi tempat tinggal para pelajar yang tergabung dalam Jong Java. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (STOVIA) dan mahasiswa sekolah tinggi hukum RHS. Para aktivis dari Jong Java menyewa bangunan seluas 460 meter persegi ini karena tempat kontrakan sebelumnya terlalu sempit untuk kegiatan kepanduan, diskusi masalah politik dan untuk latihan kesenian Jawa. Gedung ini kemudian disebut Langen Siswo.

Tarif sewa sebesar 12,5 gulden per bulannya, atau setara dengan sejumlah 40 liter beras pada waktu itu. Penghuninya semakin beragam sejak tahun 1926, kebanyakan adalah aktivis pemuda dari daerah. Dengan demikian kegiatan penghuninya juga semakin beragam. Para mahasiswa aktif dalam kepanduan dan olahraga, selain kesenian. Gedung ini juga dijadikan markas Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI) yang didirikan pada September 1926 setelah kongres pemuda pertama. Para penghuni anggota PPPI sering mengundang Soekarno untuk diskusi.

Setiap kegiatan rapat pemuda selalu diawasi Belanda dengan ketat walaupun mereka mengakui bahwa penduduk berusia diatas 18 tahun memiliki hak untuk mengadakan perkumpulan dan rapat. Belanda bisa sewaktu – waktu melarang kegiatan rapat karena dianggap menentang pemerintah sehingga setiap pertemuan harus mendapat izin polisi lebih dulu. Rapat berada dalam pengawasan penuh Politieke Inlichtingen Dienst (PID), semacam dinas yang dikhususkan untuk intelijen poliitik.

Majalah Indonesia Raya juga muncul di gedung ini dikelola oleh PPPI. Para pemuda akhirnya menamakan gedung ini sebagai Indonesische Clubhuis karena sering dipakai untuk kegiatan pemuda nasional. Papan nama gedung bahkan dipasang di depan sejak 1927 ketika Gubernur Jenderal H.J. de Graff memerintah dengan politik dengan tangan besi.

Baca Juga :Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya

Para penghuni Kramat 106 pada 1934 kemudian tidak lagi melanjutkan pembayaran sewa dan mengalihkan kegiatan mereka ke Kramat 156. Gedung ini kemudian disewakan sebagai tempat tinggal sejak tahun 1937 – 1951. Kemudian gedung disewa lagi oleh Loh Jing Tjoe yang membuka toko bunga dan hotel. Inspektorat Bea dan Cukai kemudian menyewanya untuk dijadikan perkantoran pada tahun 1951 – 1970. Di tahun 1968, Sunario memiliki ide untuk mengumpulkan para pelaku sejarah Sumpah Pemuda dan memintanya kepada Gubernur DKI untuk mengelola dan mengembalikan gedung di Kramat 106 yang hak guna bangunnya berada di tangan Sie Kong Liang, namun telah habis masa berlakunya. Sunario meminta agar gedung dikembalikan ke bentuk yang semula, dan terlahir kesepakatan untuk menamakannya Gedung Sumpah Pemuda.

Pemda DKI Jakarta sempat memugar gedung Kramat 106 pada 3 April hingga 20 Mei 1973 kemudian diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Presiden Soeharto kembali meresmikan gedung ini pad 20 Mei 1974. Setelah dikelola oleh Pemda DKI, gedung ini kemudian dikelola oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya

Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya – Lubang Buaya merupakan sebuah kawasan di Pondok Gede, yang digunakan sebagai tempat pembuangan para korban G30S PKI. Tempat ini kerap kali dijadikan objek wisata horror. Saat ini, melakukan investigasi ke tempat-tempat angker lagi booming banget. Namun, Mbah sudah pernah lebih dulu melakukannya, dulu, tahun 2012. Waktu itu, Mbah ke Lubang Buaya di daerah Jakarta Timur. Ini merupakan situs sejarah penuh tragedi yang kemudian berubah jadi museum nan angker.

Awalnya sih pengin ke sana malam-malam, tapi lantaran bentrok sama peraturan, akhirnya mau tidak mau dilakukan siang hari. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada hal ganjil yang terjadi.
Mbah tiba di Museum Pancasila Sakti, yang berada di kawasan Lubang Buaya, saat matahari sedang naik-naiknya, sekitar jam satu siang. Gedung ini terbagi jadi dua: gedung baru dan gedung lama.
Suasana di dalamnya sepi, hanya ada beberapa orang penjaga parkir. Setelah bayar tiket masuk, Mbah memutuskan untuk menjelajah bagian luar.
Buat yang belum pernah ke sana, lokasi museum ini terbagi jadi tiga bagian. Pertama, bagian luar yang berisi prasasti dan diorama tragedi penculikan 7 jenderal pada tahun 1965, ada juga kendaraan milik jenderal dan truk pengangkut para korban, lalu sekumpulan instalasi potongan sejarah dari awal pemberontakan PKI sampai kejadian penculikan.

Dari pintu masuk, Mbah belok kiri ke arah bagian lapangan dan Lubang Buaya yang konon jadi tempat pembuangan mayat para jenderal. Ternyata saat itu, Mbah tidak sendiri. Ada beberapa rombongan anak sekolah, tapi karena tempatnya besar jadi tetap terlihat lengang. Pada bagian lapangan ini, konon kalau malam terlihat penampakan tentara tanpa kepala, baris berbaris seakan mau perang.

Rasa penasaran Mbah menguat ke arah diorama yang menceritakan bagaimana suasana interogasi para jenderal sebelum dieksekusi. Ada yang tidak beres dengan diorama ini, siang hari saja sudah telihat menyeramkan. Kadang, entah mengapa, Mbah merasa mata mereka bergerak mengintip. Konon, pada malam hari, patung-patung pada diorama ini bergerak, dan audio yang diambil dari film Pemberontakan PKI sering terdengar. Hal ini masuk akal ketika kita melihat langsung ke lokasi yang begitu tenang dan rindang oleh pohon-pohon besar, namun membuat kita merasa memasuki dunia lain.

Meski tidak bisa melihat makhluk halus, Mbah cukup sensitif dengan kehadiran mereka. Dan selama berada di sana, Mbah merasakan keberadaan mereka begitu kuat. Maklum, tempat dengan aura paling tinggi ada di lokasi tragedi nahas itu terjadi. Ya, di sanalah semuanya terjadi.

Para jenderal diikat, lalu disiksa sambil diinterogasi. Kemudian, mereka dibunuh dengan cara ditusuk bayonet atau dipukul pakai mortir hingga cedera berat dan mati kehabisan darah. Saat melihat langsung Lubang Buaya, Mbah sempat mencium bau anyir darah. Tidak terlalu lama, tapi kuat untuk menguatkan firasat ada sesuatu yang diam-diam mengikuti. Mbah berusaha untuk tenang, seperti segerombolan muda mudi yang berada dekat Mbah. Tapi ternyata kejadian selanjutnya semakin ganjil.

Dari lokasi Lubang Buaya, Mbah melanjutkan ke sebuah rumah yang diduga milik salah satu pemberontak. Rumahnya kecil, terdiri dari ruang tamu, satu kamar tidur kalau tidak salah, dan dapur umum yang terpisah dari rumah utama.

Mbah masuk ke sana diikuti dua orang, seorang pria dan wanita. Mereka menguntit di belakang ketika Mbah melihat-lihat ke dalam kamar dan dapur. Di bagian dapur dekat pintu keluar dan tungku tua, ada sebuah ruangan kecil dan agak gelap. Di sana, terdapat tumpukan genteng tanah liat yang konon genteng asli rumah tersebut.
Mbah melihat ke belakang, dua orang itu tersenyum. “Rumahnya kecil ya,” kata si pria. Mbah balas senyum.

Baca juga: Penampakan di Museum Prasasti 

Mbah pun jongkok untuk melihat tumpukan genteng lebih dekat, dua orang itu jalan mendahului Mbah dan melihat-lihat bale bambu yang ada di sebelah kanan ruangan. Beberapa detik kemudian, Mbah bangun dan menoleh, keduanya menghilang. Sekian detik kemudian, Mbah sadar kalau Mbah sendirian berada di sana. Ketika itu juga, tengkuk serasa ditempel es hingga membuat seluruh tubuh bergidik. Padahal, ruangannya tertutup, tidak ada pintu lain selain pintu dekat tungku tua.

Mbah panik, coba memeriksa ruang tengah, kosong. Periksa ke kamar, kosong juga. Lalu ke mana dua orang itu? Sedangkan di belakang tidak ada pintu. Lalu, Mbah mendengar suara tawa pelan dari arah dapur, yang mana kosong melompong. Berasa merinding lagi, sampai akhirnya Mbah memutuskan untuk keluar. Firasat Mbah bilang kalau mereka itu bukan manusia. Mungkin saking banyaknya makhluk halus berkeliaran, Mbah sampai lengah membedakan mana manusia, mana jadi-jadian.

Lantaran takut, Mbah memutuskan untuk pulang. Tapi kemudian Mbah menahan diri, investigasi ini belum usai. Masih ada dua gedung yang harus Mbah cek. Niatan untuk pulang akhirnya gugur, sambil berdoa, Mbah melangkahkan kaki menuju dua gedung tersebut. Entah apa lagi yang menunggu di dalam sana.

 

Museum-Timah-Terbesar-Yang-Ada-Di-Bangka Museum-Timah-Terbesar-Yang-Ada-Di-Bangka

museumsejarah – Museum Timah Indonesia  lebih dikenal dengan Musium Teknologi Pertimahan  yang berada di Pangkalpinang, tercatat sebagai satu-satunya di Asia. Apa saja yang terdapapat dalam museum Timah ini? Kenapa musium timah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bangka? Musium timah Indonesia menempati rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW) di Jalan Ahmad Yani no 179 Pangkalpinang. Rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini menyimpan catatan perjalanan panjang sejarah pertimahan di Bangka Belitung khususnya dan dunia pada umumnya.

Museum Timah Indonesia didirikan pada tahun 1958 dengan tujuan mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung dan memperkenalkannya pada masyarakat luas. Pendirian museum ini berawal tahun 50-an ketika saat itu dalam kegiatan penambangan banyak ditemukan benda-benda tradisional yang digunakan oleh penambang zaman dahulu, utamanya zaman Belanda.

Museum Timah baru resmi dibuka sekaligus diresmikan pada 2 Agustus 1997. Dalam perkembangannya, museum ini sangat berguna bagi masyarakat luas karena di dalamnya pengunjung bisa mengetahui sejarah pertimahan di Bangka Belitung, perkembangan teknologi pertambangan sejak zaman Belanda hingga masa kini. Pada tahun 2010 silam, melihat besarnya jumlah kunjungan wisatawan ke museum Timah, dilakukanlah renovasi tata letak sehingga lebih fokus pada pertambangan. Beragam koleksi materi yang ada didalam museum juga ditambah sehingga alur sejarah pertambangan menjadi semakin tampak.

Baca Juga :Sosok Penampakan Muka Hitam Bertanduk Di Museum Prasasti

Sebagai salah satu aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah PT Timah Tbk., kita harus bangga memiliki satu-satunya museum di Asia yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya yang ingin mengetahui sejarah pertimahan, namun juga telah menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Museum ini menjadi salah satu Destinasi Wisata Sejarah yang menarik bagi wisatawan karena merupakan satu satunya museum timah yang ada di Indonesia bahkan satu-satunya di dunia. Museum Timah juga menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan yang pernah memiliki hubungan emosional dengan Bangka Belitung, seperti orang-orang Belanda yang dulu pernah bekerja di Bangka.

Museum ini menjadi menarik karena disamping koleksinya tentang sejarah penambangan timah, gedungnyapun merupakan tempat bersejarah karena dijadikan lokasi beberapa kali perundingan atau diplomasi antara pemimpin Republik yang diasingkan ke Bangka dengan Pemerintah Belanda dan UNCI (United Nations Commission for Indonesia) sehingga lahirlah Roem-Royen Statement pada tanggal 7 Mei 1949 (delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem dan delegasi Belanda dipimpin oleh H.J. Van Royen).

 

Tips-Taruhan-Sportsbook-United-Poker

Perbedaan utama antara sportsbooks yang asli dan online adalah bahwa yang pertama umumnya disusun menurut seluruh negara bagian, sedangkan yang terakhir dijalankan berdasarkan kota tempat sportsbook berada. Oleh karena itu, jika Anda tinggal di New York dan mencari buku olahraga online di Las Vegas, Anda mungkin dapat menemukannya di kota Anda, tetapi tidak selalu demikian.

Buku olahraga online di Las Vegas diatur oleh negara bagian, sedangkan negara bagian mengatur buku olahraga online. Oleh karena itu, meskipun regulasi buku olahraga asli adalah sama, namun peraturan dan undang-undang berbeda dalam hal buku olahraga online. Ini berarti bahwa meskipun yang asli diizinkan untuk mengiklankan diri mereka sendiri sebagai berlisensi dan diatur oleh negara bagian tempat mereka berada, buku olahraga online mungkin tidak memiliki lisensi yang tepat untuk melakukannya. Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk bertaruh pada olahraga di buku olahraga online, Anda perlu mengetahui undang-undang di negara bagian tertentu tempat Anda tinggal.

Meskipun buku olahraga di Las Vegas mungkin tidak mengharuskan Anda memiliki setoran sebelum Anda dapat bertaruh, buku olahraga online memang mengharuskan Anda memiliki beberapa jenis uang di muka sebelum Anda dapat bertaruh. Ini mungkin jumlah nominal, atau mungkin persentase dari kemenangan yang Anda buat pada hari tertentu. Jika Anda tidak memiliki uang untuk menutupi deposit atau Anda tidak ingin mengambil risiko kehilangan semua yang Anda pertaruhkan, Anda mungkin ingin berpikir dua kali untuk memasang taruhan secara online.

Sebelum memasang taruhan pada buku olahraga online, Anda harus mengetahui peluang permainan atau kompetisi yang Anda rencanakan untuk memasang taruhan. Meskipun banyak buku olahraga online memungkinkan Anda untuk melihat peluang masing-masing tim atau pemain pada permainan yang Anda pasang taruhan, Anda masih harus memahami peluang ini sebelum Anda mulai bertaruh. untuk memastikan Anda bertaruh pada tim atau pemain yang tepat.

Seringkali, ada sportsbook yang secara khusus dibuat untuk mengakomodasi para penyandang cacat. Ini berarti bahwa bandar taruhan mereka, yang dikenal sebagai handicappers, bekerja keras untuk menciptakan peluang terbaik yang Anda pilih. untuk membantu Anda bertaruh dengan pilihan Anda. Tugas mereka adalah membuat pilihan yang mencerminkan nilai sebenarnya dari setiap tim, sehingga Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan bertaruh pada tim tersebut.

Ada banyak sportsbook yang memberikan peluang kepada publik juga. Peluang ini belum tentu menjadi yang terbaik, karena tidak mencerminkan nilai sebenarnya dari tim atau pemain tertentu. Beberapa sportsbook hanya akan memposting peluang mereka jika Anda membayarnya. Jenis sportsbook ini mungkin mengharuskan Anda untuk melakukan pembayaran minimum tertentu sebelum Anda dapat mengakses peluang mereka, meskipun yang lain akan bersedia untuk menjual peluang mereka kepada publik.

Yang terbaik adalah melakukan sedikit riset dan melihat sportsbook mana yang menawarkan peluang ini sebelum memutuskan mana yang ingin Anda pertaruhkan. Beberapa sportsbook tidak akan memungut biaya apa pun sampai Anda memiliki kesempatan untuk membaca peluang dan memutuskan tim atau pemain mana yang ingin Anda pasang taruhan. Namun, kebanyakan sportsbook yang nyata memungut biaya jika Anda ingin mengakses peluang mereka.

Sosok-Muka-Hitam-Bertanduk-Penunggu-Museum-Taman-Prasasti Sosok-Muka-Hitam-Bertanduk-Penunggu-Museum-Taman-Prasasti

museumsejarah – Museum Taman Prasasti adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mulai dari peti jenazah Presiden pertama RI, Soekarno, sampai patung bernuansa Eropa ada di dalamnya.

Meski banyak bercerita tentang sejarah masa lalu lewat makam dan patung, Museum Prasasti juga dikenal dengan keangkerannya.

Suasana kelabu dan haru terasa ketika pertama masuk ke area Museum Prasasti dengan daun berguguran menyambut kehadiran pengunjung yang datang.

Seorang petugas keamanan di area parkir Gedung Auditorium KONI Jakarta Pusat yang letaknya bersebelahan dengan Museum Prasasti bernama Akbar memberikan kesaksian soal cerita mistis yang ada di area tersebut.

Dikatakannya ada banyak hal ganjil menakutkan yang dialami banyak orang di area tersebut.

Sosok-Muka-Hitam-Bertanduk-Penunggu-Museum-Taman-Prasasti

“Di sini banyak cerita-cerita seremnya. Di pojok [arah belakang makam yang berbatasan dengan Kantor Walikota Jakarta Pusat] kalau yang bisa lihat ada sesosok makhluk ada tanduknya, wajahnya hitam dan rambutnya panjang,” kata Akbar sambil menunjukkan lokasi yang dimaksud.

Secara kasat mata, tidak terlihat apapun sosok yang dianggap menakutkan. Lampu taman yang sedikit redup masih nyaman untuk menemani perjalanan. Namun, bulu kuduk langsung berdiri ketika Akbar menunjukkan lokasi yang dimaksud.

“Namanya kan ini pemakaman Belanda. Banyak yang sekarang dipindah ke Kampung Pulo karena di sini lokasinya sudah dibangun gedung-gedung,” jelas Akbar.

Museum Prasasti awalnya merupakan pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober yang dibangun tahun 1795.

Pemakaman umum ini dibuat untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk, sekarang menjadi Museum Wayang.

Pada 9 Juli 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober dialihfungsikan menjadi museum oleh Gubernur DKI Ali Sadikin dan dibuka untuk umum dengan nama Museum Prasasti.

Di dalam museum ini menyimpan berbagai koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu.

Luas museum mengalami penyusutan dari 5,5 ha menjadi 1,3 ha akibat perkembangan kota. Tanah yang dulunya pemakaman, oleh Pemerintah Daerah (Pemda) kini disulap menjadi Gedung KONI Jakarta Pusat dan Gedung Walikota Jakarta Pusat.

Baca Juga : Sejarah Museum Wayang Jakarta Beserta Koleksinya

Museum ini mengoleksi prasasti nisan kuno dengan patung-patung bernuansa Eropa di dalamnya.

Patung-patung tersebut menjadi sebuah karya seni masa lalu yang menunjukkan kepiawaian para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan dalam mengungkapkan kesedihannya atas sebuah rasa kehilangan.

Kebanyakan penghuni makam tersebut adalah orang Belanda, termasuk beberapa tokoh yang punya peran penting di zaman VOC.

Mulai dari tokoh militer Belanda, A.V Michiels dan J.H.R Kohler, Olivia Marianne Raffles yang merupakan isteri dari Thomas Stamford Raffles mantan gubernur Hindia Belanda.

Selain itu, Museum Prasasti juga terkenal dengan kisah Kapten Jas yang makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan dan kebahagiaan.

Nisan aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an, Soe Hok Gie juga tersimpan di area Museum Prasasti.

Tak hanya itu, di area pintu masuk juga terdapat dua peti jenazah yang berada di atas kereta kencana yang diketahui milik Presiden R1 pertama, Soekarno dan wakilnya, Mohammad Hatta.

Ketimbang memikirkan cerita angker yang ada di dalamnya, Museum Prasasti bisa menjadi bagian dari situs berharga untuk belajar dan mengetahui sejarah masa lalu.

Sejarah-Museum-Wayang-Jakarta-Beserta-Koleksinya.jpg Sejarah-Museum-Wayang-Jakarta-Beserta-Koleksinya.jpg

museumsejarah – Museum saat ini menjadi salah satu tempat wisata pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Selain menjadi tempat liburan pergi wisata ke museum dapat menambah wawasan, terlebih lagi museum memiliki nilai historis terkait sejarah tertentu. Salah satu Sejarah Museum Jakarta yang sering dikunjungi oleh masyarakat adalah museum wayang. Museum wayang merupakan salah satu museum yang memiliki lokasi strategis. Berada di lokasi tengah kota merupakan salah satu daya Tarik museum ini sehingga banyak masyarakat mudah mengakses lokasinya. Museum ini mengoleksi banyak benda bersejarah yang sudah berumur ratusan tahun. Berikut ini adalah beberapa info yang bermanfaat sebelum mengunjungi museum ini, mungkin dapat menambah pengetahuan anda terkait dengan museum wayang ini.

Sejarah Museum Wayang Jakarta

Dahulu kala museum ini merupakan bangunan gereja tua yang dibangun oleh pemerintahan belanda pada tahun 1640. Bangunan ini sempat mengalami kerusakan dikarenakan bencana alam gempa dan juga sempat berganti – ganti nama. Hingga akhirnya pada tahun 1936 bangunan ini ditetapkan sebagai monument oleh lembaga independent yang memiliki tujuan untuk memajukan seni dan ilmu pengetahuan dalam bidang bidang ilmu biologi,fisika,arkeolog, kesusastraan, etnologi dan sejarah serta menerbitkan hasil penelitian. Museum Batavia yang dibuka secara resmi pada 22 Desember 1939 oleh Jonkheer Meester Aldius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer, yang adalah Gubernur Jenderal Belanda yang terakhir.

Museum Wayang Jakarta berlokasi di deretan bangunan tua yang berada di sekitar Taman Fatahillah, detail alamatnya ada di Jl. Pintu Besar Utara 27, wilayah Kota Tua, Jakarta Barat, Dimana hanya berjarak beberapa meter dari Sejarah Museum Kota Tua. Museum ini mengoleksi beberapa macam jenis wayang baik jenis wayang domestik maupung wayan atau boneka dari manca negara. Dengan mengunjungi museum ini akan membawa manfaat yaitu mengenal dan melihat beberapa koleksi wayang kulit, wayang golek, koleksi wayang dan boneka dari manca Negara tetangga seperti seperti India, Cina, Belanda Malaysia, Thailand, Suriname, Vietnam, dan Kamboja, termasuk juga koleksi alat musik tradisional seperti gamelan. Selain itu pula juga terdapat kesenian lain seperti lukisan wayang.

Perkembangan Museum Wayang

Museum yang dahulunya merupakan halaman gereja tua saat ini telah berubah menjadi ruangan taman terbuka Museum Wayang. Di dalam museum ini terdapat taman taman kecil dengan prasasti sebanyak 9 (sembilan) buah. disetiap prasasti tersebut mencerimankan pejabat – pejabat Belanda yang dimakamkan di halaman gereja. Salah satu prasasti tersebut tertulis nama Jan Pieterszoon Coen, yang merupakan seorang Gubernur Jenderal yang berhasil menguasai kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619 setelah kekuasaan Prabu Jayakarta lumpuh akibat pertentangan dengan Sejarah Kerajaan Banten.

Baca Juga : 7 Museum Bersejarah di Indonesia

Pada Tahun 1975 tepatnya di tanggal 13 Agustus Museum Wayang diresmikan oleh Gubernur Jakarta yaitu Bapak Ali Sadikin. Dimana Area museum mengalami beberapa perpindahan lokasi , yang sebelumnya terletak di sisi Timur Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) ke sisi Barat. walaupun museum wayang menempati gedung tua yang usianya sudah ratusan tahun, tampilan interior museum mengalami banyak modernisasi untuk menepis beberpa kesan suram di masyarakat dan terutama dapat lebih menarik minat pengunjung untuk datang ke museum wayang ini. Dari waktu ke waktu Museum Wayang terlihat melakukan ekspansi ke gedung disebelahnya. dapat dilihat bangunannya dengan desain yang modern. Gedung ini juga dilengkapi dengan lift untuk memudahkan kaum difabel atau orang lanjut usia mobilisasi di dalam gedung.

Koleksi di Museum Wayang

Koleksi Wayang di dalam Sejarah Museum Wayang Jakarta ini terdiri dari beberapa Wayang Kulit, Wayang Golek, topeng, wayang kaca, wayang seng, lukisan dan boneka-boneka dari manca negara seperti seperti India, Cina, Belanda Malaysia, Thailand, Suriname, Vietnam, dan Kamboja. selain itu juga terdapat koleksi alat musik tradisional seperti gamelan. Hingga saat ini, museum wayang memiliki koleksi lebih dari 5.000 buah wayang, dari koleksi – koleksi tersebut banyak terdapat koleksi wayang dalam negeri yang sangat menarik yaitu diantaranya :

Wayang Kulit Betawi

Beberapa koleksi wayang kulit betawi terdapat tokoh lakon seperti hanoman dan gatot kaca. Lakon hanoman juga disebut sebagai Anoman, salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Anoman merupakan salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, Dia adalah seekor kera putih dan putra Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa.

Sementara untuk lakon Gatot kaca merupakan seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Tokoh ini memiliki julukan”otot kawat tulang besi” karena Kesaktiannya yang luar biasa, yaitu antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap. Di masyarakat, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer dan banyak dikenal di kalangan umum.

Wayang Kulit Surakarta

Salah satu koleksi wayang kulit surakarta yang ada di museum wayang adalah lakon Bima Sena. Bima Sena adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabarata. Bima sena memiliki sifat selalu kasar dan menakutkan bagi musuhnya, dia juga merupakan putra Kunti, dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat.

Wayang Kulit Palembang

Untuk lakon wayang kulit palembang yang menjadi koleksi di museum ini adalah lakon Baladewa. Baladewa merupakan saudara dari Prabu Kresna. Prabu Baladewa yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura. koleksi – koleksi tersebut berada tersebar di beberapa koridor gedung museum wayang. seperti di lantai dua gedung ini terdapat banyak koleksi wayang golek, yaitu wayang tiga dimensi yang berasal dari tanah parahyangan. untuk lantai bawah sebelum menaiki tangga terdapat koleksi wayang revolusi yang figur-figurnya terbagi antara figur pribumi, figur bangsa Jepang, dan figur bangsa kulit putih.

Ada juga figur-figur yang terkenal yang dijadikan wayang, seperti misalnya Soekarno dan Si Pitung. Wayang ini tentunya digunakan untuk mendorong rasa nasionalisme dan membakar semangat para penontonnya. sementara itu di jalan menurun ke arah lantai satu terdapat lorong loorng yang dindingnya digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi wayang, topeng, dan lukisan wayang dengan media kaca. Untuk membawa cinderamata bagi keluarga, sebelum menuju pintu keluar, ada toko cinderamata yang menjual berbagai jenis pajangan wayang golek dan wayang kulit. Harganya sangat kompetitif dengan range paling murah mungkin gantungan kunci dan pembatas buku berbentuk wayang kulit berukuran kecil.

Jam Operasional Museum Wayang

Untuk mengunjungi Sejarah Museum Wayang Jakarta ini bisa dilakukan pada hari Selasa sampai hari Minggu. Seperti pada umumnya untuk hari Senin adalah hari kramat bagi museum untuk tutup, begitu pula dengan hari raya tutup. Untuk jam buka Museum mulai dari pkl 09.00 – 15.00 WIB. dan Harga tiket masuknya cukup terjangkau yaitu Rp 5.000,00 untuk pengunjung dari dalam maupun mancanegara. Untuk menuju ke museum wayang, bisa menggunakan transportasi massal seperti KRL atau TransJakarta menuju Jakarta Kota. Dari halte TransJakarta atau Stasiun Jakarta Kota dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju arah kawasan Kota Tua Jakarta.

Semoga dengan informasi Sejarah Museum Wayang Jakarta bisa memudahkan untuk referensi terkait dengan museum wayang jakarta. Ayo budayakan ke museum untuk meningkatkan dan menambah info pengetahuan. dengan budget yang bisa dibilang murah kegiatan ini juga bisa menyenangkan buat buah hati anda.

 

7-Museum-Bersejarah-di-Indonesia 7-Museum-Bersejarah-di-Indonesia

museumsejarah – Sekali-sekali, tidak ada salahnya jika kamu merencanakan liburan yang berbeda dari biasanya seperti mengunjungi museum-museum bersejarah di Indonesia. Museum tidak selalu membosankan loh, selain menambah wawasan kamu juga bisa belajar lebih banyak tentang sejarah, budaya dan seni bangsa Indonesia. Nah jika kamu belum tahu museum mana saja yang menarik untuk dikunjungi, mari simak artikel berikut.

1. Museum Nasional Indonesia

museum-nasional

Museum Nasional Indonesia berlokasi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, nama lain museum ini adalah Museum Gajah karena keberadaan patung gajah perunggu pemberian Raja Chulalongkom dari Thailand di depan gedung. Selain patung gajah, di halaman museum juga terdapat beberapa meriam kuno yang tertata rapi. Museum ini diklaim sebagai museum terbesar di Asia Tenggara dan memiliki koleksi terlengkap di Indonesia. Kamu bisa melihat koleksi arca kuno, prasasti, barang kerajinan, galeri tekstil, miniatur Rumah Adat dan masih banyak lagi. Tiket masuk ke museum ini hanya Rp 5000 (untuk dewasa) dan Rp 2000 (untuk anak-anak), terjangkau sekali kan? Jadi kamu tidak perlu ragu lagi untuk berkunjung ke museum yang satu ini.

2. Museum Geologi Bandung

museum-geologi-bandung

Museum Geologi ini beralamat di Jl. Diponegoro 57, Bandung. Bagi kamu pecinta alam, museum ini sangat tepat untuk dikunjungi saat liburan karena koleksi bebatuan, fosil, dan mineral yang lengkap dihadirkan untuk para pengunjungnya. Di museum ini kamu juga dapat belajar banyak hal yang berhubungan dengan bencana alam, bumi, pemanfaatan sumber daya, cara mengolah energi dan banyak lainnya. Harga tiket masuk Museum Geologi hanya Rp 2000 untuk pelajar, Rp 3000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing. Kapan lagi kamu bisa mendapatkan banyak ilmu dengan harga semurah itu?

Baca Juga : MUSEUM BANK INDONESIA

3. Museum Konferensi Asia Afrika

museum-kaa

Museum KAA ini terletak di Jl. Asia Afrika No. 65, Bandung. Gedung museum ini adalah bagian dari gedung Merdeka dan digunakan untuk mengenang Konferensi Asia Afrika Pertama yang diadakan di Indonesia. Di museum ini kamu bisa menemukan koleksi dokumen tertulis, foto dan hal-hal lain yang berhubungan dengan konferensi tersebut. Pihak museum pun menyelenggarakan program-program edukasi menarik bagi pengunjung seperti museum keliling, bincang sore, pemutaran dan diskusi film “Bioscoop Concordia” dan banyak lainnya. Tiket masuknya GRATIS, jadi tidak ada alasan lagi kan untuk tidak mengunjungi museum ini?

4. Museum Kesenian Agung Rai (ARMA)

museum-arma

Museum kesenian ini terlekat di Jl. Pengosekan, Ubud, Bali. Museum ini cocok banget bagi kamu pencinta seni dan budaya lokal. Di sini kamu bisa menikmati visualisasi seni dalam rupa pertunjukan teater, tarian dan musik tradisional. Kamu juga bisa mengikuti kelas melukis, program pelatihan dan seminar seni. Yang paling spesial dari museum ini adalah beragam koleksi lukisan dari seniman dalam negeri dan internasional seperti Affandi, Sudjojono, Hendra Gunawan dan banyak lainnya. Harga tiket masuknya Rp 50.000 per orang sudah termasuk minuman yang bisa kamu nikmati di salah satu cafe di museum.

5. Museum Batik Danar Hadi

museum-batik-danar-hadi

Museum Batik Danar Hadi letaknya di kota Solo, Indonesia. Di sini kamu bisa menikmati koleksi seni batik yang lengkap mulai dari zaman sebelum dan sesudah penjajahan Belanda. Perlu kamu tahu batik yang dipamerkan bernilai seni tinggi seperti Batik Kraton, Batik Belanda, Batik Cina, Batik Hokokai, Batik Indonesia, sampai Batik Sudagaran. Selain melihat-lihat koleksi batik kamu juga bisa menyaksikan proses pembuatan batik di workshop yang ada di museum. Harga tiket masuknya hanya Rp 25.000 untuk umum dan Rp 10.00 untuk pelajar.

6. Museum Sampoerna

museum-sampoerna

Museum Sampoerna letaknya di jalan Taman Sampoerna, Surabaya dan didirikan oleh Liem Seeng Tee sebagai tempat produksi pertama rokok Sampoerna. Museum ini menawarkan pengalaman dan informasi unik untuk melihat fasilitas produksi rokok tempo dulu. Bangunannya sangat mudah dikenali karena bergaya colonial dengan empat pilar besar di depan gedung utama dan termasuk salah satu situs bersejarah yang dilestarikan di Indonesia. Tiket masuknya GRATIS jadi cocok banget buat kamu yang pergi traveling dengan budget.

7. Museum Angkut Malang

Museum Angkut Malang terletak di Jl. Terusan Sultan Agung Atas Nomor 2, Kota Wisata Batu, Malang. Museum ini adalah tempat wisata pertama di Asia Tenggara yang mengusung tema alat transportasi. Di sini kamu bisa melihat aneka moda transportasi yang berasal dari berbagai zaman, seperti koleksi mobil tua dari berbagai belahan dunia, aneka kendaraan dari berbagai zaman, kereta-kereta kuno, sampai benda-benda batuan antik dari zaman purbakala. Menarik sekali bukan? Harga tiket masuknya Rp 70.000 di hari biasa dan Rp 80.000 di akhir pekan.

MUSEUM-BANK-INDONESIA MUSEUM-BANK-INDONESIA

museumsejarah – Museum Bank Indonesia menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.

LATAR BELAKANG PENDIRIAN MUSEUM BANK INDONESIA

Bank Indonesia (BI) didirikan pada 1 Juli 1953 sebagai bank sentral, yang merupakan lembaga vital dalam kehidupan perekonomian nasional, karena kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh BI akan memiliki dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Dalam perkembangannya, masih banyak masyarakat yang tidak mengenal BI, apalagi memahami kebijakan-kebijakan yang pernah diambilnya, sehingga seringkali terjadi salah persepsi masyarakat terhadap BI dikarenakan tidak cukup tersedianya data atau informasi yang lengkap dan akurat yang dapat diakses dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat.

Pada awalnya gedung BI Kota adalah gedung dari De Javasche Bank (DJB), yang didirikan pada tahun 1828 atau 177 tahun yang lalu. Kini pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya. BI juga memiliki benda-benda dan dokumen-dokumen bersejarah yang perlu dirawat dan diolah untuk dapat memberikan informasi yang sangat berguna bagi masyarakat.

Dilandasi oleh keinginan untuk dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai peran BI dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk memberikan pemahaman tentang latar belakang serta dampak dari kebijakan-kebijakan BI yang diambil dari waktu ke waktu secara objektif, Dewan Gubernur BI lalu memutuskan untuk membangun Museum Bank Indonesia dengan memanfaatkan gedung BI Kota yang perlu dilestarikan. Pelestarian gedung BI Kota tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang telah mencanangkan daerah Kota sebagai daerah pengembangan kota lama Jakarta. Diharapkan pembangunan museum tersebut dapat menjadi pelopor dari pemugaran/ revitalisasi gedung-gedung bersejarah di daerah Kota.

Baca  Juga : Sejarah Museum Satria Mandala

Hal inilah yang antara lain menjadi pertimbangan munculnya gagasan dibangunnya Museum Bank Indonesia, yang diharapkan menjadi suatu lembaga tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan aneka benda yang berkaitan dengan perjalanan panjang BI. Selain itu, gagasan untuk mewujudkan Museum Bank Indonesia juga diilhami oleh adanya beberapa museum bank sentral di negara lain, sebagai sebuah lembaga yang menyertai keberadaan bank sentral itu sendiri.

Tujuan Pendirian Museum Bank Indonesia

Guna menunjang pengembangan kawasan kota lama sebagai tujuan wisata di DKI Jakarta, maka gedung BI Kota yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah, dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia. Keberadaan museum ini diharapkan dapat seiring dan sejalan dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata bersama museum-museum lain yang saat ini sudah ada di sekitarnya, seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Bahari di daerah Pasar Ikan. Museum ini juga diharapkan dapat menjadi wahana pendidikan dan penelitian bagi masyarakat Indonesia maupun internasional tentang fungsi dan tugas BI, di samping merupakan wahana rekreasi.

Museum Bank Indonesia disajikan dalam bentuk cyber museum. Dalam Cyber Museum Bank Indonesia ini diceritakan mengenai perjalanan panjang BI dalam bidang kelembagaan, moneter, perbankan, dan sistem pembayaran yang dapat diikuti dari waktu ke waktu, sejak periode DJB hingga periode BI semasa berlakunya Undang-Undang No.11 tahun 1953, Undang-Undang No.13 tahun 1968, Undang-Undang No.23 tahun 1999, dan Undang-Undang No.3 tahun 2004 saat ini.