Museum Di Indonesia

Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya

Cerita Mistis Mbah di Lubang Buaya – Lubang Buaya merupakan sebuah kawasan di Pondok Gede, yang digunakan sebagai tempat pembuangan para korban G30S PKI. Tempat ini kerap kali dijadikan objek wisata horror. Saat ini, melakukan investigasi ke tempat-tempat angker lagi booming banget. Namun, Mbah sudah pernah lebih dulu melakukannya, dulu, tahun 2012. Waktu itu, Mbah ke Lubang Buaya di daerah Jakarta Timur. Ini merupakan situs sejarah penuh tragedi yang kemudian berubah jadi museum nan angker.

Awalnya sih pengin ke sana malam-malam, tapi lantaran bentrok sama peraturan, akhirnya mau tidak mau dilakukan siang hari. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada hal ganjil yang terjadi.
Mbah tiba di Museum Pancasila Sakti, yang berada di kawasan Lubang Buaya, saat matahari sedang naik-naiknya, sekitar jam satu siang. Gedung ini terbagi jadi dua: gedung baru dan gedung lama.
Suasana di dalamnya sepi, hanya ada beberapa orang penjaga parkir. Setelah bayar tiket masuk, Mbah memutuskan untuk menjelajah bagian luar.
Buat yang belum pernah ke sana, lokasi museum ini terbagi jadi tiga bagian. Pertama, bagian luar yang berisi prasasti dan diorama tragedi penculikan 7 jenderal pada tahun 1965, ada juga kendaraan milik jenderal dan truk pengangkut para korban, lalu sekumpulan instalasi potongan sejarah dari awal pemberontakan PKI sampai kejadian penculikan.

Dari pintu masuk, Mbah belok kiri ke arah bagian lapangan dan Lubang Buaya yang konon jadi tempat pembuangan mayat para jenderal. Ternyata saat itu, Mbah tidak sendiri. Ada beberapa rombongan anak sekolah, tapi karena tempatnya besar jadi tetap terlihat lengang. Pada bagian lapangan ini, konon kalau malam terlihat penampakan tentara tanpa kepala, baris berbaris seakan mau perang.

Rasa penasaran Mbah menguat ke arah diorama yang menceritakan bagaimana suasana interogasi para jenderal sebelum dieksekusi. Ada yang tidak beres dengan diorama ini, siang hari saja sudah telihat menyeramkan. Kadang, entah mengapa, Mbah merasa mata mereka bergerak mengintip. Konon, pada malam hari, patung-patung pada diorama ini bergerak, dan audio yang diambil dari film Pemberontakan PKI sering terdengar. Hal ini masuk akal ketika kita melihat langsung ke lokasi yang begitu tenang dan rindang oleh pohon-pohon besar, namun membuat kita merasa memasuki dunia lain.

Meski tidak bisa melihat makhluk halus, Mbah cukup sensitif dengan kehadiran mereka. Dan selama berada di sana, Mbah merasakan keberadaan mereka begitu kuat. Maklum, tempat dengan aura paling tinggi ada di lokasi tragedi nahas itu terjadi. Ya, di sanalah semuanya terjadi.

Para jenderal diikat, lalu disiksa sambil diinterogasi. Kemudian, mereka dibunuh dengan cara ditusuk bayonet atau dipukul pakai mortir hingga cedera berat dan mati kehabisan darah. Saat melihat langsung Lubang Buaya, Mbah sempat mencium bau anyir darah. Tidak terlalu lama, tapi kuat untuk menguatkan firasat ada sesuatu yang diam-diam mengikuti. Mbah berusaha untuk tenang, seperti segerombolan muda mudi yang berada dekat Mbah. Tapi ternyata kejadian selanjutnya semakin ganjil.

Dari lokasi Lubang Buaya, Mbah melanjutkan ke sebuah rumah yang diduga milik salah satu pemberontak. Rumahnya kecil, terdiri dari ruang tamu, satu kamar tidur kalau tidak salah, dan dapur umum yang terpisah dari rumah utama.

Mbah masuk ke sana diikuti dua orang, seorang pria dan wanita. Mereka menguntit di belakang ketika Mbah melihat-lihat ke dalam kamar dan dapur. Di bagian dapur dekat pintu keluar dan tungku tua, ada sebuah ruangan kecil dan agak gelap. Di sana, terdapat tumpukan genteng tanah liat yang konon genteng asli rumah tersebut.
Mbah melihat ke belakang, dua orang itu tersenyum. “Rumahnya kecil ya,” kata si pria. Mbah balas senyum.

Baca juga: Penampakan di Museum Prasasti 

Mbah pun jongkok untuk melihat tumpukan genteng lebih dekat, dua orang itu jalan mendahului Mbah dan melihat-lihat bale bambu yang ada di sebelah kanan ruangan. Beberapa detik kemudian, Mbah bangun dan menoleh, keduanya menghilang. Sekian detik kemudian, Mbah sadar kalau Mbah sendirian berada di sana. Ketika itu juga, tengkuk serasa ditempel es hingga membuat seluruh tubuh bergidik. Padahal, ruangannya tertutup, tidak ada pintu lain selain pintu dekat tungku tua.

Mbah panik, coba memeriksa ruang tengah, kosong. Periksa ke kamar, kosong juga. Lalu ke mana dua orang itu? Sedangkan di belakang tidak ada pintu. Lalu, Mbah mendengar suara tawa pelan dari arah dapur, yang mana kosong melompong. Berasa merinding lagi, sampai akhirnya Mbah memutuskan untuk keluar. Firasat Mbah bilang kalau mereka itu bukan manusia. Mungkin saking banyaknya makhluk halus berkeliaran, Mbah sampai lengah membedakan mana manusia, mana jadi-jadian.

Lantaran takut, Mbah memutuskan untuk pulang. Tapi kemudian Mbah menahan diri, investigasi ini belum usai. Masih ada dua gedung yang harus Mbah cek. Niatan untuk pulang akhirnya gugur, sambil berdoa, Mbah melangkahkan kaki menuju dua gedung tersebut. Entah apa lagi yang menunggu di dalam sana.

 

Museum-Timah-Terbesar-Yang-Ada-Di-Bangka Museum-Timah-Terbesar-Yang-Ada-Di-Bangka

museumsejarah – Museum Timah Indonesia  lebih dikenal dengan Musium Teknologi Pertimahan  yang berada di Pangkalpinang, tercatat sebagai satu-satunya di Asia. Apa saja yang terdapapat dalam museum Timah ini? Kenapa musium timah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bangka? Musium timah Indonesia menempati rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW) di Jalan Ahmad Yani no 179 Pangkalpinang. Rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini menyimpan catatan perjalanan panjang sejarah pertimahan di Bangka Belitung khususnya dan dunia pada umumnya.

Museum Timah Indonesia didirikan pada tahun 1958 dengan tujuan mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung dan memperkenalkannya pada masyarakat luas. Pendirian museum ini berawal tahun 50-an ketika saat itu dalam kegiatan penambangan banyak ditemukan benda-benda tradisional yang digunakan oleh penambang zaman dahulu, utamanya zaman Belanda.

Museum Timah baru resmi dibuka sekaligus diresmikan pada 2 Agustus 1997. Dalam perkembangannya, museum ini sangat berguna bagi masyarakat luas karena di dalamnya pengunjung bisa mengetahui sejarah pertimahan di Bangka Belitung, perkembangan teknologi pertambangan sejak zaman Belanda hingga masa kini. Pada tahun 2010 silam, melihat besarnya jumlah kunjungan wisatawan ke museum Timah, dilakukanlah renovasi tata letak sehingga lebih fokus pada pertambangan. Beragam koleksi materi yang ada didalam museum juga ditambah sehingga alur sejarah pertambangan menjadi semakin tampak.

Baca Juga :Sosok Penampakan Muka Hitam Bertanduk Di Museum Prasasti

Sebagai salah satu aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah PT Timah Tbk., kita harus bangga memiliki satu-satunya museum di Asia yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya yang ingin mengetahui sejarah pertimahan, namun juga telah menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Museum ini menjadi salah satu Destinasi Wisata Sejarah yang menarik bagi wisatawan karena merupakan satu satunya museum timah yang ada di Indonesia bahkan satu-satunya di dunia. Museum Timah juga menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan yang pernah memiliki hubungan emosional dengan Bangka Belitung, seperti orang-orang Belanda yang dulu pernah bekerja di Bangka.

Museum ini menjadi menarik karena disamping koleksinya tentang sejarah penambangan timah, gedungnyapun merupakan tempat bersejarah karena dijadikan lokasi beberapa kali perundingan atau diplomasi antara pemimpin Republik yang diasingkan ke Bangka dengan Pemerintah Belanda dan UNCI (United Nations Commission for Indonesia) sehingga lahirlah Roem-Royen Statement pada tanggal 7 Mei 1949 (delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem dan delegasi Belanda dipimpin oleh H.J. Van Royen).

 

Sosok-Muka-Hitam-Bertanduk-Penunggu-Museum-Taman-Prasasti Sosok-Muka-Hitam-Bertanduk-Penunggu-Museum-Taman-Prasasti

museumsejarah – Museum Taman Prasasti adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mulai dari peti jenazah Presiden pertama RI, Soekarno, sampai patung bernuansa Eropa ada di dalamnya.

Meski banyak bercerita tentang sejarah masa lalu lewat makam dan patung, Museum Prasasti juga dikenal dengan keangkerannya.

Suasana kelabu dan haru terasa ketika pertama masuk ke area Museum Prasasti dengan daun berguguran menyambut kehadiran pengunjung yang datang.

Seorang petugas keamanan di area parkir Gedung Auditorium KONI Jakarta Pusat yang letaknya bersebelahan dengan Museum Prasasti bernama Akbar memberikan kesaksian soal cerita mistis yang ada di area tersebut.

Dikatakannya ada banyak hal ganjil menakutkan yang dialami banyak orang di area tersebut.

Sosok-Muka-Hitam-Bertanduk-Penunggu-Museum-Taman-Prasasti

“Di sini banyak cerita-cerita seremnya. Di pojok [arah belakang makam yang berbatasan dengan Kantor Walikota Jakarta Pusat] kalau yang bisa lihat ada sesosok makhluk ada tanduknya, wajahnya hitam dan rambutnya panjang,” kata Akbar sambil menunjukkan lokasi yang dimaksud.

Secara kasat mata, tidak terlihat apapun sosok yang dianggap menakutkan. Lampu taman yang sedikit redup masih nyaman untuk menemani perjalanan. Namun, bulu kuduk langsung berdiri ketika Akbar menunjukkan lokasi yang dimaksud.

“Namanya kan ini pemakaman Belanda. Banyak yang sekarang dipindah ke Kampung Pulo karena di sini lokasinya sudah dibangun gedung-gedung,” jelas Akbar.

Museum Prasasti awalnya merupakan pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober yang dibangun tahun 1795.

Pemakaman umum ini dibuat untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk, sekarang menjadi Museum Wayang.

Pada 9 Juli 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober dialihfungsikan menjadi museum oleh Gubernur DKI Ali Sadikin dan dibuka untuk umum dengan nama Museum Prasasti.

Di dalam museum ini menyimpan berbagai koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu.

Luas museum mengalami penyusutan dari 5,5 ha menjadi 1,3 ha akibat perkembangan kota. Tanah yang dulunya pemakaman, oleh Pemerintah Daerah (Pemda) kini disulap menjadi Gedung KONI Jakarta Pusat dan Gedung Walikota Jakarta Pusat.

Baca Juga : Sejarah Museum Wayang Jakarta Beserta Koleksinya

Museum ini mengoleksi prasasti nisan kuno dengan patung-patung bernuansa Eropa di dalamnya.

Patung-patung tersebut menjadi sebuah karya seni masa lalu yang menunjukkan kepiawaian para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan dalam mengungkapkan kesedihannya atas sebuah rasa kehilangan.

Kebanyakan penghuni makam tersebut adalah orang Belanda, termasuk beberapa tokoh yang punya peran penting di zaman VOC.

Mulai dari tokoh militer Belanda, A.V Michiels dan J.H.R Kohler, Olivia Marianne Raffles yang merupakan isteri dari Thomas Stamford Raffles mantan gubernur Hindia Belanda.

Selain itu, Museum Prasasti juga terkenal dengan kisah Kapten Jas yang makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan dan kebahagiaan.

Nisan aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an, Soe Hok Gie juga tersimpan di area Museum Prasasti.

Tak hanya itu, di area pintu masuk juga terdapat dua peti jenazah yang berada di atas kereta kencana yang diketahui milik Presiden R1 pertama, Soekarno dan wakilnya, Mohammad Hatta.

Ketimbang memikirkan cerita angker yang ada di dalamnya, Museum Prasasti bisa menjadi bagian dari situs berharga untuk belajar dan mengetahui sejarah masa lalu.

Sejarah-Museum-Wayang-Jakarta-Beserta-Koleksinya.jpg Sejarah-Museum-Wayang-Jakarta-Beserta-Koleksinya.jpg

museumsejarah – Museum saat ini menjadi salah satu tempat wisata pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Selain menjadi tempat liburan pergi wisata ke museum dapat menambah wawasan, terlebih lagi museum memiliki nilai historis terkait sejarah tertentu. Salah satu Sejarah Museum Jakarta yang sering dikunjungi oleh masyarakat adalah museum wayang. Museum wayang merupakan salah satu museum yang memiliki lokasi strategis. Berada di lokasi tengah kota merupakan salah satu daya Tarik museum ini sehingga banyak masyarakat mudah mengakses lokasinya. Museum ini mengoleksi banyak benda bersejarah yang sudah berumur ratusan tahun. Berikut ini adalah beberapa info yang bermanfaat sebelum mengunjungi museum ini, mungkin dapat menambah pengetahuan anda terkait dengan museum wayang ini.

Sejarah Museum Wayang Jakarta

Dahulu kala museum ini merupakan bangunan gereja tua yang dibangun oleh pemerintahan belanda pada tahun 1640. Bangunan ini sempat mengalami kerusakan dikarenakan bencana alam gempa dan juga sempat berganti – ganti nama. Hingga akhirnya pada tahun 1936 bangunan ini ditetapkan sebagai monument oleh lembaga independent yang memiliki tujuan untuk memajukan seni dan ilmu pengetahuan dalam bidang bidang ilmu biologi,fisika,arkeolog, kesusastraan, etnologi dan sejarah serta menerbitkan hasil penelitian. Museum Batavia yang dibuka secara resmi pada 22 Desember 1939 oleh Jonkheer Meester Aldius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer, yang adalah Gubernur Jenderal Belanda yang terakhir.

Museum Wayang Jakarta berlokasi di deretan bangunan tua yang berada di sekitar Taman Fatahillah, detail alamatnya ada di Jl. Pintu Besar Utara 27, wilayah Kota Tua, Jakarta Barat, Dimana hanya berjarak beberapa meter dari Sejarah Museum Kota Tua. Museum ini mengoleksi beberapa macam jenis wayang baik jenis wayang domestik maupung wayan atau boneka dari manca negara. Dengan mengunjungi museum ini akan membawa manfaat yaitu mengenal dan melihat beberapa koleksi wayang kulit, wayang golek, koleksi wayang dan boneka dari manca Negara tetangga seperti seperti India, Cina, Belanda Malaysia, Thailand, Suriname, Vietnam, dan Kamboja, termasuk juga koleksi alat musik tradisional seperti gamelan. Selain itu pula juga terdapat kesenian lain seperti lukisan wayang.

Perkembangan Museum Wayang

Museum yang dahulunya merupakan halaman gereja tua saat ini telah berubah menjadi ruangan taman terbuka Museum Wayang. Di dalam museum ini terdapat taman taman kecil dengan prasasti sebanyak 9 (sembilan) buah. disetiap prasasti tersebut mencerimankan pejabat – pejabat Belanda yang dimakamkan di halaman gereja. Salah satu prasasti tersebut tertulis nama Jan Pieterszoon Coen, yang merupakan seorang Gubernur Jenderal yang berhasil menguasai kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619 setelah kekuasaan Prabu Jayakarta lumpuh akibat pertentangan dengan Sejarah Kerajaan Banten.

Baca Juga : 7 Museum Bersejarah di Indonesia

Pada Tahun 1975 tepatnya di tanggal 13 Agustus Museum Wayang diresmikan oleh Gubernur Jakarta yaitu Bapak Ali Sadikin. Dimana Area museum mengalami beberapa perpindahan lokasi , yang sebelumnya terletak di sisi Timur Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) ke sisi Barat. walaupun museum wayang menempati gedung tua yang usianya sudah ratusan tahun, tampilan interior museum mengalami banyak modernisasi untuk menepis beberpa kesan suram di masyarakat dan terutama dapat lebih menarik minat pengunjung untuk datang ke museum wayang ini. Dari waktu ke waktu Museum Wayang terlihat melakukan ekspansi ke gedung disebelahnya. dapat dilihat bangunannya dengan desain yang modern. Gedung ini juga dilengkapi dengan lift untuk memudahkan kaum difabel atau orang lanjut usia mobilisasi di dalam gedung.

Koleksi di Museum Wayang

Koleksi Wayang di dalam Sejarah Museum Wayang Jakarta ini terdiri dari beberapa Wayang Kulit, Wayang Golek, topeng, wayang kaca, wayang seng, lukisan dan boneka-boneka dari manca negara seperti seperti India, Cina, Belanda Malaysia, Thailand, Suriname, Vietnam, dan Kamboja. selain itu juga terdapat koleksi alat musik tradisional seperti gamelan. Hingga saat ini, museum wayang memiliki koleksi lebih dari 5.000 buah wayang, dari koleksi – koleksi tersebut banyak terdapat koleksi wayang dalam negeri yang sangat menarik yaitu diantaranya :

Wayang Kulit Betawi

Beberapa koleksi wayang kulit betawi terdapat tokoh lakon seperti hanoman dan gatot kaca. Lakon hanoman juga disebut sebagai Anoman, salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Anoman merupakan salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, Dia adalah seekor kera putih dan putra Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa.

Sementara untuk lakon Gatot kaca merupakan seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Tokoh ini memiliki julukan”otot kawat tulang besi” karena Kesaktiannya yang luar biasa, yaitu antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap. Di masyarakat, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer dan banyak dikenal di kalangan umum.

Wayang Kulit Surakarta

Salah satu koleksi wayang kulit surakarta yang ada di museum wayang adalah lakon Bima Sena. Bima Sena adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabarata. Bima sena memiliki sifat selalu kasar dan menakutkan bagi musuhnya, dia juga merupakan putra Kunti, dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat.

Wayang Kulit Palembang

Untuk lakon wayang kulit palembang yang menjadi koleksi di museum ini adalah lakon Baladewa. Baladewa merupakan saudara dari Prabu Kresna. Prabu Baladewa yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura. koleksi – koleksi tersebut berada tersebar di beberapa koridor gedung museum wayang. seperti di lantai dua gedung ini terdapat banyak koleksi wayang golek, yaitu wayang tiga dimensi yang berasal dari tanah parahyangan. untuk lantai bawah sebelum menaiki tangga terdapat koleksi wayang revolusi yang figur-figurnya terbagi antara figur pribumi, figur bangsa Jepang, dan figur bangsa kulit putih.

Ada juga figur-figur yang terkenal yang dijadikan wayang, seperti misalnya Soekarno dan Si Pitung. Wayang ini tentunya digunakan untuk mendorong rasa nasionalisme dan membakar semangat para penontonnya. sementara itu di jalan menurun ke arah lantai satu terdapat lorong loorng yang dindingnya digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi wayang, topeng, dan lukisan wayang dengan media kaca. Untuk membawa cinderamata bagi keluarga, sebelum menuju pintu keluar, ada toko cinderamata yang menjual berbagai jenis pajangan wayang golek dan wayang kulit. Harganya sangat kompetitif dengan range paling murah mungkin gantungan kunci dan pembatas buku berbentuk wayang kulit berukuran kecil.

Jam Operasional Museum Wayang

Untuk mengunjungi Sejarah Museum Wayang Jakarta ini bisa dilakukan pada hari Selasa sampai hari Minggu. Seperti pada umumnya untuk hari Senin adalah hari kramat bagi museum untuk tutup, begitu pula dengan hari raya tutup. Untuk jam buka Museum mulai dari pkl 09.00 – 15.00 WIB. dan Harga tiket masuknya cukup terjangkau yaitu Rp 5.000,00 untuk pengunjung dari dalam maupun mancanegara. Untuk menuju ke museum wayang, bisa menggunakan transportasi massal seperti KRL atau TransJakarta menuju Jakarta Kota. Dari halte TransJakarta atau Stasiun Jakarta Kota dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju arah kawasan Kota Tua Jakarta.

Semoga dengan informasi Sejarah Museum Wayang Jakarta bisa memudahkan untuk referensi terkait dengan museum wayang jakarta. Ayo budayakan ke museum untuk meningkatkan dan menambah info pengetahuan. dengan budget yang bisa dibilang murah kegiatan ini juga bisa menyenangkan buat buah hati anda.

 

7-Museum-Bersejarah-di-Indonesia 7-Museum-Bersejarah-di-Indonesia

museumsejarah – Sekali-sekali, tidak ada salahnya jika kamu merencanakan liburan yang berbeda dari biasanya seperti mengunjungi museum-museum bersejarah di Indonesia. Museum tidak selalu membosankan loh, selain menambah wawasan kamu juga bisa belajar lebih banyak tentang sejarah, budaya dan seni bangsa Indonesia. Nah jika kamu belum tahu museum mana saja yang menarik untuk dikunjungi, mari simak artikel berikut.

1. Museum Nasional Indonesia

museum-nasional

Museum Nasional Indonesia berlokasi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, nama lain museum ini adalah Museum Gajah karena keberadaan patung gajah perunggu pemberian Raja Chulalongkom dari Thailand di depan gedung. Selain patung gajah, di halaman museum juga terdapat beberapa meriam kuno yang tertata rapi. Museum ini diklaim sebagai museum terbesar di Asia Tenggara dan memiliki koleksi terlengkap di Indonesia. Kamu bisa melihat koleksi arca kuno, prasasti, barang kerajinan, galeri tekstil, miniatur Rumah Adat dan masih banyak lagi. Tiket masuk ke museum ini hanya Rp 5000 (untuk dewasa) dan Rp 2000 (untuk anak-anak), terjangkau sekali kan? Jadi kamu tidak perlu ragu lagi untuk berkunjung ke museum yang satu ini.

2. Museum Geologi Bandung

museum-geologi-bandung

Museum Geologi ini beralamat di Jl. Diponegoro 57, Bandung. Bagi kamu pecinta alam, museum ini sangat tepat untuk dikunjungi saat liburan karena koleksi bebatuan, fosil, dan mineral yang lengkap dihadirkan untuk para pengunjungnya. Di museum ini kamu juga dapat belajar banyak hal yang berhubungan dengan bencana alam, bumi, pemanfaatan sumber daya, cara mengolah energi dan banyak lainnya. Harga tiket masuk Museum Geologi hanya Rp 2000 untuk pelajar, Rp 3000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing. Kapan lagi kamu bisa mendapatkan banyak ilmu dengan harga semurah itu?

Baca Juga : MUSEUM BANK INDONESIA

3. Museum Konferensi Asia Afrika

museum-kaa

Museum KAA ini terletak di Jl. Asia Afrika No. 65, Bandung. Gedung museum ini adalah bagian dari gedung Merdeka dan digunakan untuk mengenang Konferensi Asia Afrika Pertama yang diadakan di Indonesia. Di museum ini kamu bisa menemukan koleksi dokumen tertulis, foto dan hal-hal lain yang berhubungan dengan konferensi tersebut. Pihak museum pun menyelenggarakan program-program edukasi menarik bagi pengunjung seperti museum keliling, bincang sore, pemutaran dan diskusi film “Bioscoop Concordia” dan banyak lainnya. Tiket masuknya GRATIS, jadi tidak ada alasan lagi kan untuk tidak mengunjungi museum ini?

4. Museum Kesenian Agung Rai (ARMA)

museum-arma

Museum kesenian ini terlekat di Jl. Pengosekan, Ubud, Bali. Museum ini cocok banget bagi kamu pencinta seni dan budaya lokal. Di sini kamu bisa menikmati visualisasi seni dalam rupa pertunjukan teater, tarian dan musik tradisional. Kamu juga bisa mengikuti kelas melukis, program pelatihan dan seminar seni. Yang paling spesial dari museum ini adalah beragam koleksi lukisan dari seniman dalam negeri dan internasional seperti Affandi, Sudjojono, Hendra Gunawan dan banyak lainnya. Harga tiket masuknya Rp 50.000 per orang sudah termasuk minuman yang bisa kamu nikmati di salah satu cafe di museum.

5. Museum Batik Danar Hadi

museum-batik-danar-hadi

Museum Batik Danar Hadi letaknya di kota Solo, Indonesia. Di sini kamu bisa menikmati koleksi seni batik yang lengkap mulai dari zaman sebelum dan sesudah penjajahan Belanda. Perlu kamu tahu batik yang dipamerkan bernilai seni tinggi seperti Batik Kraton, Batik Belanda, Batik Cina, Batik Hokokai, Batik Indonesia, sampai Batik Sudagaran. Selain melihat-lihat koleksi batik kamu juga bisa menyaksikan proses pembuatan batik di workshop yang ada di museum. Harga tiket masuknya hanya Rp 25.000 untuk umum dan Rp 10.00 untuk pelajar.

6. Museum Sampoerna

museum-sampoerna

Museum Sampoerna letaknya di jalan Taman Sampoerna, Surabaya dan didirikan oleh Liem Seeng Tee sebagai tempat produksi pertama rokok Sampoerna. Museum ini menawarkan pengalaman dan informasi unik untuk melihat fasilitas produksi rokok tempo dulu. Bangunannya sangat mudah dikenali karena bergaya colonial dengan empat pilar besar di depan gedung utama dan termasuk salah satu situs bersejarah yang dilestarikan di Indonesia. Tiket masuknya GRATIS jadi cocok banget buat kamu yang pergi traveling dengan budget.

7. Museum Angkut Malang

Museum Angkut Malang terletak di Jl. Terusan Sultan Agung Atas Nomor 2, Kota Wisata Batu, Malang. Museum ini adalah tempat wisata pertama di Asia Tenggara yang mengusung tema alat transportasi. Di sini kamu bisa melihat aneka moda transportasi yang berasal dari berbagai zaman, seperti koleksi mobil tua dari berbagai belahan dunia, aneka kendaraan dari berbagai zaman, kereta-kereta kuno, sampai benda-benda batuan antik dari zaman purbakala. Menarik sekali bukan? Harga tiket masuknya Rp 70.000 di hari biasa dan Rp 80.000 di akhir pekan.

MUSEUM-BANK-INDONESIA MUSEUM-BANK-INDONESIA

museumsejarah – Museum Bank Indonesia menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.

LATAR BELAKANG PENDIRIAN MUSEUM BANK INDONESIA

Bank Indonesia (BI) didirikan pada 1 Juli 1953 sebagai bank sentral, yang merupakan lembaga vital dalam kehidupan perekonomian nasional, karena kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh BI akan memiliki dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Dalam perkembangannya, masih banyak masyarakat yang tidak mengenal BI, apalagi memahami kebijakan-kebijakan yang pernah diambilnya, sehingga seringkali terjadi salah persepsi masyarakat terhadap BI dikarenakan tidak cukup tersedianya data atau informasi yang lengkap dan akurat yang dapat diakses dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat.

Pada awalnya gedung BI Kota adalah gedung dari De Javasche Bank (DJB), yang didirikan pada tahun 1828 atau 177 tahun yang lalu. Kini pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya. BI juga memiliki benda-benda dan dokumen-dokumen bersejarah yang perlu dirawat dan diolah untuk dapat memberikan informasi yang sangat berguna bagi masyarakat.

Dilandasi oleh keinginan untuk dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai peran BI dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk memberikan pemahaman tentang latar belakang serta dampak dari kebijakan-kebijakan BI yang diambil dari waktu ke waktu secara objektif, Dewan Gubernur BI lalu memutuskan untuk membangun Museum Bank Indonesia dengan memanfaatkan gedung BI Kota yang perlu dilestarikan. Pelestarian gedung BI Kota tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang telah mencanangkan daerah Kota sebagai daerah pengembangan kota lama Jakarta. Diharapkan pembangunan museum tersebut dapat menjadi pelopor dari pemugaran/ revitalisasi gedung-gedung bersejarah di daerah Kota.

Baca  Juga : Sejarah Museum Satria Mandala

Hal inilah yang antara lain menjadi pertimbangan munculnya gagasan dibangunnya Museum Bank Indonesia, yang diharapkan menjadi suatu lembaga tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan aneka benda yang berkaitan dengan perjalanan panjang BI. Selain itu, gagasan untuk mewujudkan Museum Bank Indonesia juga diilhami oleh adanya beberapa museum bank sentral di negara lain, sebagai sebuah lembaga yang menyertai keberadaan bank sentral itu sendiri.

Tujuan Pendirian Museum Bank Indonesia

Guna menunjang pengembangan kawasan kota lama sebagai tujuan wisata di DKI Jakarta, maka gedung BI Kota yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah, dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia. Keberadaan museum ini diharapkan dapat seiring dan sejalan dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata bersama museum-museum lain yang saat ini sudah ada di sekitarnya, seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Bahari di daerah Pasar Ikan. Museum ini juga diharapkan dapat menjadi wahana pendidikan dan penelitian bagi masyarakat Indonesia maupun internasional tentang fungsi dan tugas BI, di samping merupakan wahana rekreasi.

Museum Bank Indonesia disajikan dalam bentuk cyber museum. Dalam Cyber Museum Bank Indonesia ini diceritakan mengenai perjalanan panjang BI dalam bidang kelembagaan, moneter, perbankan, dan sistem pembayaran yang dapat diikuti dari waktu ke waktu, sejak periode DJB hingga periode BI semasa berlakunya Undang-Undang No.11 tahun 1953, Undang-Undang No.13 tahun 1968, Undang-Undang No.23 tahun 1999, dan Undang-Undang No.3 tahun 2004 saat ini.

Sejarah-Museum-Satria-Mandala Sejarah-Museum-Satria-Mandala

museumsejarah – Museum Satria Mandala telah menjadi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memakan waktu yang cukup panjang dengan pengorbanan jiwa dan raga maupun harta benda yang tak ternilai harganya. Perjuangan bangsa Indonesia dengan TNI sebagai intinya, berjuang secara bahu membahu dalam suasana kebersamaan. Dalam perjalanan sejarah dapat disarikan bahwa sejarah perjuangan nasional termasuk didalam sejarah TNI mempunyai peran penting dalam meningkatkan jiwa dan semangat serta memperkuat jati diri bangsa dalam mencapai tujuan nasional. Karena dengan belajar sejarah masyarakat bangsa diharapkan mampu bersikap serta bertindak arif dan bijaksana dalam menghadapi masa depan. Oleh karenanya minat prajurit dan masyarakat untuk memahami dan menempatkan kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa harus ditumbuhkembangkan.

Museum-museum, monumen, dan perpustakaan di lingkungan Pusjarah TNI, menyajikan peninggalan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya sejarah perjuangan TNI dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan melalui diorama-diorama. Diantaranya diorama yang menggambarkan tentang kejayaan Nusantara dan cita-cita mempersatukan bangsa tersaji di Museum Keprajuritan Indonesia. Sedangkan diorama-diorama yang terdapat di Museum Satriamandala menggambarkan tentang sejarah kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Yang di dalamnya terdapat Gedung Waspada Purbawisesa yang menyajikan diorama yang menggambarkan perjuangan TNI bersama-sama rakyat dalam menumpas gerombolan separatis DI/TII. Selanjutnya penyajian diorama tentang peristiwa pemberontakan G30S/PKI terhadap NKRI terdapat di Monumen Pancasila Sakti. Selain itu koleksi-koleksi sumber tertulis, seperti buku-buku dan majalah-majalah yang berkaitan dengan sejarah perjuangan TNI tersedia di Perpustakaan TNI.

Melalui museum-museum, monumen, dan perpustakaan, masyarakat aan memahami perjuangan bangsa Indonesia khususnya sejarah perjuangan TNI dan sekaligus menumbuhkan motivasi untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa.

Baca Juga : Museum Terbaik Di Indonesia

RUANG SENJATA

Museum Satriamandala terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto no.14, Jakarta Selatan. Gedung museum ini sebelumnya dikenal sebagai Wisma Yaso yaitu tempat kediaman Ratna Sari Dewi Soekarno dan tempat Bung Karno disemayamkan sebelum dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

Di museum ini tersimpan berbagai benda sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tahun 1945 sampai sekarang, seperti aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentaraan, panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI, kendaraan perang seperti tank dan panser, berbagai jenis pesawat terbang peninggalan masa lalu. Satu diantaranya adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh Agustinus Adisutjipto serta tandu yang dipergunakan Panglima Besar Jenderal Sudriman saat bergerilya melawan penjajah.

Di dalam museum terdapat 74 diorama yang menggambarkan peranan TNI dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Satu diantaranya adalah diorama yang menggambarkan tentang Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Masih dalam kompleks Museum Satriamandala terdapat Gedung Waspada Purbawisesa menyajikan diorama yang menggambarkan perjuangan TNI bersama-sama rakyat menumpas gerombolan separatis DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi pada tahun 60-an.

Selain diorama, dipamerkan pula dokumen, peta operasi, dan benda-benda relik lainnya. Fasilitas lain di museum ini adalah Taman Bacaan Anak, kios cenderamata, kantin, serta gedung serbaguna yang berkapasitas 600 kursi untuk berbagai kegiatan dan pertemuan.

Museum Penyimpan Mercees Benz Museum Penyimpan Mercees Benz

museumsejarah.com Mercedes-Benz menyerahkan replika mobil pertamanya di dunia, yakni Benz Patent-Motorwagen kepada Museum Nasional Indonesia. Arief menjelaskan, festival menjadi upaya untuk memperkuat atraksi sebagai bagian penting dari unsur 3A, yakni Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Frans Lebu menjelaskan, Festival Tenun Ikat Sumba 2017 bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta melestarikan tenun ikat yang ada di Sumba. Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu menambahkan, Festival Tenun Ikat Sumba juga disemarakkan pameran dan bazar lokal yang menampilkan produk dan inovasi tenun ikat, UKM, jasa, dan produk penunjang pariwisata di Pulau Sumba, Provinsi NTT, serta luar NTT. Replika tersebut akan dipajang dari tanggal 8 hingga 15 Februari 2020 dalam pameran sementara bertajuk “Perjalanan Menuju 50 Tahun Kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia”. Letaknya bersebelahan dengan Museum Bank Mandiri, tinggal keluar gedung Museum Bank Mandiri, lalu belok ke kiri langsung menuju gedung di sebelahnya, yah kurang lebih 20 Meter lah, atau sekitar 5-10 menit berjalan kaki sudah sampai.

Tempat Wisata Museum Antonio Blanco Ubud
Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengungkapkan, Presiden Joko Widodo dijadwalkan sudah berada di Sumba hari ini. Presiden Jokowi akan menikmati acara parade kuda Sandelwood sedaratan Pulau Sumba yang sudah berlangsung selama sepekan mulai dari 3-12 Juli. Festival Tenun Ikat Sumba ini akan diikuti 2017 penenun di empat Kabupaten sedaratan Sumba. Benz Patent-Motorwagen memiliki mesin berkapasitas 954cc satu silinder empat langkah, yang juga dilengkapi dengan beberapa fitur utama yang ditemukan di sebagian besar mesin pembakaran internal seperti kruk as (crankshaft) dengan penyeimbang, pengapian listrik dan pendingin air. Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi nama Pithethropus Erectus di samping manusia purba di dalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalah ditemukan gading gajah purba yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa. Di sisi satunya lagi, di bawah ruang pameran Pertempuran Laut Jawa tadi, ada ruangan yang berisi koleksi perahu tradisional tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias dalam ukuran asli, bukan miniatur! Menarik juga melihat koleksi-koleksi baru ini mengingat pertempuran yang terjadi antara pihak sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Australia (ABDACOM) melawan angkatan laut kekaisaran Jepang ini nyaris ga pernah disebutin di buku-buku sejarah sekolah kita.

Mungkin udah bisa kamu tebak dari namanya, museum ini menyimpan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan dunia kemaritiman. Apalagi makin meningkatkan potensi NTT di bidang pariwisatan berkelas dunia. Sumba – Festival Tenun Ikat Sumba digelar di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival Tenun Ikat Sumba ini merupakan promosi pariwisata yang bertujuan memperkenalkan produk kerajinan dan industri kreatif. Karena Museum Bank Indonesia adalah tempat kedua yang saya kunjungi, jadi kali ini lebih pede untuk masuk. Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Choi Duk Jun, mengatakan penyerahan replika ini sebagai bentuk peran penting Mercedes-Benz dalam sejarah mobilitas di Indonesia karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah Benz. Acara ini juga didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Festival Tenun Ikat Sumba 2017 bisa menggerakkan perekonomian daerah di Pulau Sumba. Pewarnaan kain tenun Sumba menggunakan berbagai daun dan akar-akaran.

Semua menggunakan warna alami. Pada festival ini, para penenun akan memperagakan aktivitas menenun mulai dari pencampuran warna hingga proses menjadi kain atau selendang. Setelah pameran, Benz Patent-Motorwagen akan menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia. Arief menambahkan, tenun ikat Sumba berpotensi menjadi penguat destinasi wisata di Sumba NTT. Dengan cara seperti itu, kain tenun Sumba warnanya semakin lama semakin bagus tidak pudar. Tidak takut salah masuk seperti pada saat mengunjungi Museum Bank Mandiri. Dan disitu juga tertulis kalau ticket masuk selama masa pembukaan tidak dikenakan biaya, alias gratis. Nah anda harus membeli ticket masuk terlebih dahulu, loket tiket berada di ruangan sebelah kanan dari pintu utama. Eitss.. Sabar dulu, jangan langsung jalan saja, karena anda belum membeli ticket masuk. Lalu anda akan melihat 3 buah ruangan yang harus bisa anda tuju, Lurus, Kiri, dan Kanan. Di hal utama ini anda harus menitipkan tas dan barang bawaan anda.

Baca Juga :Museum Terbaik Di Indonesia

Begitu masuk pintu utama, anda berada pada hal utama. Dari foto panorama ini terlihat bangunan utama museum di sebelah kiri dan stasiun pompa pasar ikan di sebelah kanan. Gedung Museum Kebaharian Jakarta emang terlihat cantik dan antik. Hal tersebut dilakukan karena menghindari efek giroskopik jika dipasang secara vertikal, serta dapat menggangu kemudi dan stabilitas kendaraan. Benz dirancang menggunakan roda yang sangat besar, yang terpasang secara horizontal pada sasis. Fitur khas lainnya adalah bak mesin terbuka, katup intake yang dapat digeser dengan gagang, katup pembuangan yang dioperasikan oleh cakram cam, pelatuk klep, pushrod dan menggunakan sistem pelumas tetes. Di belakangnya lagi ada bangunan mushola kecil yang terbuat dari kayu. Ada yang berasal dari Padang, Jambi, Palembang, Kalimantan, Bali, Cirebon, Madura, Pangandaran, Bugis, Papua, semuanya dengan bentuk dan ciri khasnya masing-masing. Ada penjelajah yang berasal dari Italia, Marco Polo; penjelajah dari Arab, Ibnu Battuta; penjelajah dari Cina, Admiral Cheng Ho; kartografer Belanda, Jan Huygen van Linchosten; serta penakluk dari Portugis, Vasco da Gama dan Ferdinand Magellan. This content was written by GSA Content Generator Demoversion!

Museum Terbaik Di Indonesia Museum Terbaik Di Indonesia

museumsejarah.com Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa “ulating blencong sejatine tataraning lumaku”, yang artinya “nyala lampu blencong (wayang kulit) merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Dari lantai dua, kamu bisa melihat proses bagaimana rokok dibuat dari pabrik Sampoerna yang terletak di sebelahnya. Di dalam museum Konferensi Asia-Afrika, Anda akan “dibawa kembali” ke masa lalu untuk melihat secara detil bagaimana dan mengapa KAA diadakan. Selain diorama yang memperlihatkan suasana konfrensi, Anda juga dapat menonton film dokumenter terkait bagaimana situasi sebelum KAA atau mengunjungi perpustakaan untuk mengulik lebih dalam melalui koleksi buku-buku sejarah. Mengunjungi kota baru untuk berwisata memang sangat menyenangkan. Museum yang berada di pusat ibu kota Jakarta ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Museum ini terletak di daerah pegunungan dengan hawa yang sejuk serta suasana khidmat untuk menampilkan keagungan dari museum tersebut. Untuk reservasi, booking kamar lebih cepat, lebih mudah dengan aplikasi Airy Rooms. Saking bagusnya, kamu harus siap-siap dengan antreannya yang panjang saat ke sini.

Agro Tawon
Dirancang oleh Ridwan Kamil, bangunan ini memiliki ruangan yang ditujukan untuk menghormati para korban tsunami dengan memajang nama mereka di seluruh dinding. Terletak di Kabupaten Sleman, museum Ullen Sentalu menampilkan budaya dan peninggalan Jawa Kuno dari para bangsawan semasa Dinasti Mataram. Keunikan dari tempat ini terletak pada koleksinya karena mereka tidak hanya menampilkan hasil karya artis Indonesia, tetapi juga dari artis asal Belanda, Italia, Perancis, Indo Eropa dan Indo Cina! Tidak hanya museum, tapi tempat ini juga menyediakan kafe bagi kamu yang lelah berkeliling. Bali tidak hanya jadi tempat hangout yang asyik, tapi juga tempat yang kental dengan karya seninya. Tidak hanya suasananya yang berbeda dari kota asal, Anda juga dapat belajar lebih banyak tentang budaya dan asal usul kota tujuan! Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah mendunia dan negara kita pun memiliki banyak sekali macam-macam batik yang patut dibanggakan. Ribuan koleksi mengenai kelautan, geologi, biologika, dan masih banyak yang lainnya dari Maluku ada di dalam sini. Kamu yang ingin memecahkan sejarah juga, bisa cek rekor-rekor yang sudah ada di museum ini.

Apabila Anda ingin mengunjungi museum saat berada di kota Surabaya, House of Sampoerna menjadi tempat yang harus didatangi! Cocok banget buat kamu yang ingin bernostalgia masa kecilmu. Sebagai jaringan akomodasi budget terbesar di Indonesia, Anda dapat beristirahat di kamar budget berkualitas dengan harga yang terjangkau. Semua koleksinya memiliki nilai sejarah, nostalgia dan moral yang mendalam karena Anda akan melihat cerita bagaimana Liem Seeng Tee mulai bekerja keras dari usia belia sampai akhirnya sukses dengan produk rokok Sampoerna. Anda dapat menikmati dan melihat karya agung lukisan maupun pahatan patung dengan ciri khas pulau dewata yang kental. Untuk melihat salah satu koleksi batik terbesar, Anda dapat mengunjungi Museum Batik Danar Hadi yang terletak di kota Solo! Kebanyakan mainan yang dikoleksi museum ini berasal dari era 90-an. Lebih dari 16 ribu koleksi mainan, buku cerita, gambar, baik dari dalam negeri dan berbagai negara lainnya ada di sini. Museum ini juga sering dikenal sebagai Museum Gajah, karena adanya patung gajah perunggu pemberian Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Museum bergaya Eropa ini menyimpan sekitar 141 ribu benda-benda sejarah dan prasejarah dari berbagai periode.

Pada 30 Maret 1974, gedung ini berganti menjadi museum yang berisi benda-benda peninggalan pada zaman tersebut. Museum Fatahillah berada di Kota Tua Jakarta dan pernah menjadi Balai Kota Jakarta pada zaman Batavia Lama. Sejak diresmikan pada 1990, antusias orang Indonesia untuk memecahkan rekor semakin meningkat, baik dalam skala nasional maupun internasional. Diresmikan pada 23 Agustus 2000, Museum Geologi dijadikan tempat untuk keperluan penelitian dan pendidikan. Museum ini sekaligus menjadi pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat, jika terjadi bencana serupa lagi. Museum ini terletak di Teluk Ambon, yang membuat tempat ini semakin eksotis. Siwalima berasal dari kata ‘siwa’ diambil dari kata Ulisiwa yang artinya sembilan dan ‘lima’ diambil dari Patalima yang artinya lima. Di dalamnya, kamu akan menemukan kumpulan rokok-rokok dari pertama kalinya dibuat hingga rokok modern masa kini. Ini merupakan museum simbolis yang dibuat sebagai rasa hormat atas kejadian bencana gempa bumi dan tsunami pada 2004 lalu. Dibangun pada 2 Februari 2008 oleh Rudi Corens, Museum Anak Kolong Tangga ini merupakan ‘kekhawatiran’ terhadap anak-anak dan remaja yang cenderung melupakan budaya serta tradisi mereka di zaman now ini. Bagi kamu yang tertarik dengan dinosaurus dan fosil zaman purba, maka museum satu ini cocok untukmu. Lebih dikenal dengan nama MURI, museum yang terletak di Semarang ini telah mencatat dan menyimpan sekumpulan rekor-rekor yang telah berbagai orang Indonesia lakukan.

Baca Juga :Museum Baru Di Surabaya

Museum Angkut dikenal dengan koleksi transportasinya, baik di Indonesia maupun level dunia. Museum Angkut ini digadang sebagai museum transportasi pertama dan terbesar di seluruh Asia Tenggara. Ini merupakan museum mainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Karena keragaman budaya dan sejarahnya, Indonesia memiliki berbagai museum terbaik yang dapat Anda kunjungi. Kira-kira museum mana saja sih yang bisa kamu kunjungi selama bulan puasa? Yuk, cari tahu museum apa saja yang masuk ke dalam daftar ini! Mereka memiliki lebih dari 10.000 batik, mulai dari yang mudah Anda temukan di pasaran sampai yang sangat langka dan bersejarah. Berbagai macam jenis transportasi bisa kamu temui di sini, mulai dari sepeda, mobil, kapal hingga pesawat. Sejumlah koleksi dan materi ada di sini, utamanya berkaitan dengan dunia geologi seperti bebatuan, fosil, dan mineral serta kondisi natural alam. Di dalamnya ada total 23.500 benda bersejarah, baik dalam bentuk asli maupun replika. Baca juga: 25 Pantai Tercantik di Pulau Jawa yang Bikin Kamu Lupa Rumah!

Museum Baru Di Surabaya Museum Baru Di Surabaya

museumsejarah.com Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Nah, untuk kategori ini, Jembatan Mahakam 2 atau yang juga dikenal dengan Jembatan Tenggarong di Kalimantan Timur, menjadi salah satu pilihan.Melintang di atas Sungai Mahakam di tepian Kota Tenggarong, jembatan ini adalah yang ke dua setelah Jembatan Mahakam I yang berada di tengah Kota Samarinda. Keunikan dari gereja hasil rancangan seorang pastornya yang bernama, Antonius Dijkmans ini, terlihat pada dua menara yang mengapit pintu masuk. Pengaruh Eropa terlihat jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Kemegahan pun terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

6 Museum yang Bertemakan Teknologi di Jakarta
Tidak heran bila bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi kelestariannya. Jembatan ini tergolong suspension cable bridge dan berdesain nyaris sama dengan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat.Wajar saja bila jembatan yang membentang sejauh sekitar 710 meter ini tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Pada 10 November 1991 mulai dibangun Museum Sepuluh November dengan luas 1.366 meter persegi pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah di areal Komplek Tugu Pahlawan. Mulai Samaoen, Alimin, Darsono, Tan Malaka hingga Presiden pertama RI, Ir. Museum ini diresmikan oleh Presiden RI ke-4, KH. Tugu pahlawan didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan pada 10 November 1952 oleh Presiden pertama RI, Ir. Gedung Sate pertama kali didirikan pada tanggal 21 Juli 1920, gedung ini pada pertama kali pembuatannya digunakan sebagai pusat pemerintahan. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!

Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Arsitekturnya yang unik adalah daya tarik utama dari Istana Maimun. Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, termasuk ruang penjara, juga ada di istana ini. Beberapa di antaranya juga berkaitan dengan tokoh-tokoh besar bangsa ini. HOS Tjokroaminito adalah guru bangsa sehingga banyak tokoh-tokoh besar yang belajar dan berdiskusi hingga tinggal di rumah itu. Museum HOS Tjokroaminito merupakan rumah tinggal pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto beserta keluarganya. Tidak sendiri, ia juga tinggal di rumah ini bersama Ny. Demikian juga dengan menara ketiga. Di atas menara tersebut ada dua menara kecil lain yang tersusun dari rangkaian besi.

Baca Juga :Museum Terangker Di Jakarta

Rumah sederhana ini memiliki dua kamar utama, dengan satu ruang tamu, satu kamar kecil, dan satu ruangan dapur. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Indonesia kita yang kaya ini banyak memiliki bangunan yang menyimpan nilai historis yang luhur, banyak mata yang sudah mengakui keindahan dan kemegahannya. Dengan penetapan pusat pemerintahan itu juga, maka kemudian dibangunlah salah satu gedung yang sekarang kita kenal dengan nama Gedung Sate, dan pada saat itu nama Gedung Sate adalah “Gouvernements Bedrijven“. Pada 27 November 2017, museum ini diresmikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai salah satu destinasi wisata sejarah. Museum Dr. Soetomo adalah museum khusus yang menampilkan riwayat hidup Dr Soetomo, tokoh pergerakan sekaligus salah satu pendiri organisasi Boedi Oetomo. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia.