museum simalungun sumatera utara

Museum Simalungun Di Pematang Siantar Museum Simalungun Di Pematang Siantar

museumsejarah.com Masuk ke dalam museum, pengunjung akan menjumpai beragam benda warisan zaman megalitik. Kesepakatan yang diperoleh dari rapat tersebut adalah, menunjuk seseorang yang dapat melakukan survey atau pengkajian di setiap daerah dengan peninggalan warisan megalitik. Selanjutnya, alat untuk menyadap nira yang disebut juga dengan Agadi dan losung untuk menumbuk padi. Alasannya adalah isi dari museum ini beragam koleksi bersejarah tentang kota Pematang Siantar dan juga komunitas Batak Simalungun. Ada juga sebuah museum yang ‘menceritakan’ sebuah kota yang menjadi tempat tinggalnya. Tema museumnya juga berbagai macam, sesuai dengan koleksi yang dimiliki dan juga memiliki keunikan masing-masing. Indonesia sebagai negara yang penuh sejarah dan sarat kebudayaan serta keaneka ragaman hayati yang berbagai macam, sudah pasti memiliki museum dari ujung barat hingga ujung timur. Museum ini dibangun berbentuk rumah adat Simalungun. Macam peralatan rumah tangga, baluhat yaitu tempat menyimpan air yang terbuat dari bambu, kemudian ada tempat lauk yang terbuat dari kayu dinamakan patiman, pinggan pasu yang merupakan alat makan piring nasi untuk raja.

Museum direnovasi dengan tetap mempertahankan keadaan aslinya yang terbuat dari kayu. Gedung Pertunjukan megah dengan standar internasional yang menampilkan show setara Broadway. Dari sini kemudian diputuskan untuk melakukan Harungguan Bolon atau rapat akbar yang diadakan oleh Raja Marpitu, diusulkan kontelir Simalungun yaitu G.L.Tichelman yang sedang melakukan riset tentang warisan megalitik di Simalungun. Patung-petung tersebut didatangkan langsung dari tanah Jawa dan merupakan warisan megalitik. Sedangkan untuk peralatan pertanian ada hudali atau cangkul yang digunakan zaman dahulu, alat membajak tanah yang dinamakan tajak. Sejak saat itu, Raja Marpitu yaitu 7 raja-raja Simalungun memberikan berbagai macam warisan megalitik yang dimiliki untuk mengisi koleksi museum. Itulah beberapa perbendaan peninggalan megalitik dari bangsa Simalungun. Sebuah tempat yang menyimpan benda-benda peninggalan sejarah atau semua hal terkait untuk mempertahankan dan mengembangkan sebuah ilmu pengetahuan dinamakan museum. Ada juga cangkul dari batang enau yaitu assuan, alat untuk memintal tali disebut wewean. Ada juga Doramani yaitu perhiasan topi pria yang menandakan sebuah kedudukan, selendang wanita yang dinamakan dengan suri-suri, gondit atau ikat pinggang pria dan penutup kepala laki-laki disebut juga dengan gotong.

Untuk macam-macam perhiasan khas Simalungun sendiri, ada suhul gading atau keris bangsa Simalungun, bulang sebagai tudung kepala wanita. Parlobong yang digunakan untuk membuat lubang menanam bibit padi yang terbuat dari kayu. Di antaranya adalah tempat menyimpan ikan yang disebut dengan taduhan, hirang lurang sebagai jaring penampung ikan, kail atau hail, dan bubu yang merupakan penangkap ikan terbuat dari bambu. Dibangun dengan menggunakan semen, sehingga diharapkan tetap awet dan tidak mengalami kerusakan. Dalam bangunan yang menyimpan sejarah bangsa Simalungun ini, mungkin tidak akan ditemukan gambar atau foto di masa dahulu. Pustaha Lak-lak, perhiasan emas dan perak, koin kuno, peralatan makan, peralatan tenun, patung-patung zaman megalitik, mengisi setiap ruangan dalam museum yang akan menceritakan sejarah tentang kehidupan megalitik di Pematang Siantar. Seperti yang telah dijelaskan, museum Simalungun adalah bagian dalam sejarah bangsa Simalungun, karena koleksinya merupakan sumbangan langsung dari para raja. Total koleksi yang terdapat di museum ini adalah 860 buah. Alamat lengkap dari museum bersejarah tersebut adalah Jalan Jenderal Sudirman, Proklamasi, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

KONSULTASI dan PERENCANAAN DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT
Misalnya saja, Museum Simalungun yang berada di daerah Pematang Siantar, Sumatera Utara. Biaya yang dihabiskan saat itu untuk membangun sebuah museum adalah 1650 gulden. Awal mula didirikannya sebuah museum untuk menjaga hasil budaya dari bangsa Simalungun tak lepas dari sebuah peran seorang warga Belanda, Dr. Bahkan hingga naskah kuno yang berisi hasil observasi alam seperti ilmu astrologi dan ilmu ramuan obat tradisional. Bahkan beberapa koleksi museum banyak yang hilang. Anda bahkan dapat menyusun sebuah makalah sejarah setelah berkunjung ke museum ini. Bangunan museum diruntuhkan dan dibangun kembali dengan meniru bentuk sebelumnya. Untuk para pengunjung yang benar-benar cinta dengan sejarah, dapat menjadikan museum Simalungun sebagai tujuan wisata di Sumatera Utara yang harus dikunjungi. Dibangun oleh Para Raja Simalungun pada tanggal 10 April 1939, dengan tujuan untuk menyimpan dan melestarikan peninggalan benda-benda bersejarah, sekaligus sebagai cagar budaya yang tak lekang oleh waktu. Saat datang ke lokasi, pengunjung akan melihat patung catur Raja Nagur dengan ukuran setinggi manusia dewasa, patung orang yang menunggangi gajah, dan patung ibu yang sedang memangku dua orang anak. Memiliki ragam koleksi yang berhubungan dengan sejarah kotanya.

Macam-macam koleksi yang ada di museum Simalungun ini, dari berbagai macam bidang. Sejak dibangun, museum ini mengalami pemugaran sebanyak dua kali. Patung ini benar-benar berharga dan sangat bernilai sejarah yang tinggi. Contoh-contoh warisan megalitik saat itu adalah patung batu Silapalapa dari daerah Partuanon Hutabayu Marubun. Beliau kala itu menulis disertasi yang berjudul Megalitich Remains in South Sumatera, yaitu mengenai kehidupan megalitik di Sumatera Selatan. Sayangnya warisan megalitik tersebut tidak berada di Indonesia, melainkan sudah berada di Museum Rijks Amsterdam, Belanda. Luas bangunan dari museum tersebut adalah 8×12 meter fdan berdiri di atas lahan seluas 1500 meter persegi. Oleh karena itu pula museum yang pertama kali berdiri di Sumatera Utara ini, juga satu-satunya yang berdiri langsung dari sumbangan para raja Simalungun, bukan dari ataupun milik pemerintah. Di sini terdapat juga perlengkapan untuk memancing atau menagkap ikan yang digunakan oleh bangsa Simalungun dahulu kala. Ada abal-abal juga sebagai tempat menyimpan garam dan parborasan untuk menyimpan beras.

Renovasi yang kedua dilakukan tahun 1982, yakni pada masa pemerintahan bupati Letkol (purn) JP. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, para pengunjung akan puas setelah melihat semua koleksi dan membaca keterangan sejarah atau penjelasan singkat di baliknya. Sebuah tempat yang menyimpan benda-benda peninggalan sejarah atau semua hal terkait untuk mempertahankan dan mengembangkan sebuah ilmu pengetahuan dinamakan museum. Namun, pengunjung dapat melihatnya pada semua benda bersejarah yang disimpan tersebut. Alamat lengkap dari museum bersejarah tersebut adalah Jalan Jenderal Sudirman, Proklamasi, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Berwisata tak akan lengkap tanpa acara berbelanja. Tumpukan batu-batu berpadu dengan susunan batang-batang bambu menjadi wahana bermain air yang tak kalah seru. Macam peralatan rumah tangga, baluhat yaitu tempat menyimpan air yang terbuat dari bambu, kemudian ada tempat lauk yang terbuat dari kayu dinamakan patiman, pinggan pasu yang merupakan alat makan piring nasi untuk raja. Ada juga Doramani yaitu perhiasan topi pria yang menandakan sebuah kedudukan, selendang wanita yang dinamakan dengan suri-suri, gondit atau ikat pinggang pria dan penutup kepala laki-laki disebut juga dengan gotong.

Pura Meru
Macam-macam koleksi yang ada di museum Simalungun ini, dari berbagai macam bidang. Saat ini, kondisi fisik maupun koleksi yang berada di dalamnya sangat memprihatinkan. Bahkan hingga naskah kuno yang berisi hasil observasi alam seperti ilmu astrologi dan ilmu ramuan obat tradisional. Awal mula didirikannya sebuah museum untuk menjaga hasil budaya dari bangsa Simalungun tak lepas dari sebuah peran seorang warga Belanda, Dr. Dalam bangunan yang menyimpan sejarah bangsa Simalungun ini, mungkin tidak akan ditemukan gambar atau foto di masa dahulu. Lourdes-nya IndonesiaSendang Sono adalah tempat yang sarat cerita, keindahan dan ketenangan. Oase Batin di Bukit GersangTerletak di tengah ladang jati perbukitan kapur Gunungkidul, Gua Maria Tritis menjadi oase batin bagi para peziarah yang haus akan kedamaian dan ketenangan jiwa. Patung ini benar-benar berharga dan sangat bernilai sejarah yang tinggi. Memiliki ragam koleksi yang berhubungan dengan sejarah kotanya. Biaya yang dihabiskan saat itu untuk membangun sebuah museum adalah 1650 gulden. Sejak saat itu, Raja Marpitu yaitu 7 raja-raja Simalungun memberikan berbagai macam warisan megalitik yang dimiliki untuk mengisi koleksi museum.

Memberikan Anda pengetahuan serta gambaran rinci mengenai kota Pematang Siantar dan kehidupan warga Batak Simalungun kala itu. Di sini terdapat juga perlengkapan untuk memancing atau menagkap ikan yang digunakan oleh bangsa Simalungun dahulu kala. Beliau kala itu menulis disertasi yang berjudul Megalitich Remains in South Sumatera, yaitu mengenai kehidupan megalitik di Sumatera Selatan. Untuk para pengunjung yang benar-benar cinta dengan sejarah, dapat menjadikan museum Simalungun sebagai tujuan wisata di Sumatera Utara yang harus dikunjungi. Saat datang ke lokasi, pengunjung akan melihat patung catur Raja Nagur dengan ukuran setinggi manusia dewasa, patung orang yang menunggangi gajah, dan patung ibu yang sedang memangku dua orang anak. Dibangun oleh Para Raja Simalungun pada tanggal 10 April 1939, dengan tujuan untuk menyimpan dan melestarikan peninggalan benda-benda bersejarah, sekaligus sebagai cagar budaya yang tak lekang oleh waktu. Dari sini kemudian diputuskan untuk melakukan Harungguan Bolon atau rapat akbar yang diadakan oleh Raja Marpitu, diusulkan kontelir Simalungun yaitu G.L.Tichelman yang sedang melakukan riset tentang warisan megalitik di Simalungun.

Bahkan beberapa koleksi museum banyak yang hilang. Total koleksi yang terdapat di museum ini adalah 860 buah. Parlobong yang digunakan untuk membuat lubang menanam bibit padi yang terbuat dari kayu. Di antaranya adalah tempat menyimpan ikan yang disebut dengan taduhan, hirang lurang sebagai jaring penampung ikan, kail atau hail, dan bubu yang merupakan penangkap ikan terbuat dari bambu. Tema museumnya juga berbagai macam, sesuai dengan koleksi yang dimiliki dan juga memiliki keunikan masing-masing. Indonesia sebagai negara yang penuh sejarah dan sarat kebudayaan serta keaneka ragaman hayati yang berbagai macam, sudah pasti memiliki museum dari ujung barat hingga ujung timur. Ada juga sebuah museum yang ‘menceritakan’ sebuah kota yang menjadi tempat tinggalnya. Ada abal-abal juga sebagai tempat menyimpan garam dan parborasan untuk menyimpan beras. Untuk macam-macam perhiasan khas Simalungun sendiri, ada suhul gading atau keris bangsa Simalungun, bulang sebagai tudung kepala wanita. Alat-alat kesenian peninggalan bangsa Simalungun di sini terdapat gondrang, mong-mong, sordam, sarunai, arbab, husapi, ogung, dan lain sebagainya masih banyak lagi.