pengertian museum

APA ITU SEJARAH MUSEUM WAYANG? APA ITU SEJARAH MUSEUM WAYANG?

APA ITU SEJARAH MUSEUM WAYANG?  museum wayang adalah museum yang sangat terpopuler di jakarta, gak cuma di lihatkan karya seni pewayangan, tapi bisa juga menyaksikan pertunjukan wayang yang di pandu oleh orang orang profesional.

Museum wayang merupakan salah satu museum yang sangat populer di Jakarta. Di dalam museum ini, pengunjung tidak hanya disajikan karya seni pewayangan, tapi juga bisa menyaksikan pertunjukan wayang yang dipandu oleh dalang-dalang profesional.Museum yang dibuka mulai Selasa hingga Minggu pukul 09.00-17.00 ini ternyata memiliki sejarah panjang. Penasaran bagaimana sejarah berdirinya Museum Wayang? Berapa harga tiket masuknya? Di mana lokasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sejarah Museum Wayang
Sebelum populer seperti saat ini, Museum Wayang merupakan bangunan bekas sebuah gereja milik Belanda. Melansir dari laman Museum Wayang, bangunan ini dibangun pada 1640. Bangunan ini didirikan oleh kelompok kolonial Belanda VOC yang diberinya nama De Oude Hollandsche Kerk.Bangunan ini mengalami perbaikan pada 1733 dan namanya diubah menjadi De nieuwe Hollandsche Kerk. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini pun beralih fungsi menjadi sebuah gudang yang dimiliki oleh perusahaan Geo Wehry & Co pada tahun 1912.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 14 Agustus 1936, bangunan ini pun diputuskan menjadi sebuah monumen. Tak lama setelah itu, bangunan ini dibeli oleh sebuah lembaga yang menangani penelitian seni dan ilmu pengetahuan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

Pada 1937, bangunan ini dijadikan sebuah museum bernama De oude Bataviasche Museum atau Museum Batavia Lama. Museum ini pun kemudian diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia (LKI) pada 1957 dan namanya pun berubah menjadi Museum Jakarta Lama. Tak lama setelah itu, LKI menyerahkan bangunan museum ini kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bangunan museum ini kemudian diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta pada 23 Juni 1968.

BACA JUGA : Menempatkan Taruhan Olahraga Online yang Menyenangkan

Selanjutnya, bangunan ini secara resmi difungsikan sebagai Museum Wayang sejak 13 Agustus 1975. Peresmian ini dilakukan oleh Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta kala itu. Hingga saat ini, Museum Wayang berada di bawah pengelolaan Unit Pengelola Museum Seni, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Fakta Museum  Anti Corona di Wuhan Fakta Museum  Anti Corona di Wuhan

Fakta Museum  Anti Corona di Wuhan – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut fakta museum anti corona di Wuhan.

Wuhan dikenal sebagai kota pertama di dunia yang terkena pandemik virus corona atau COVID-19. Kota yang berada di Provinsi Hubei, Tiongkok, tersebut melaporkan adanya virus corona pada akhir Desember 2019.

Kini, Kota Wuhan mulai terlihat normal dan diklaim berhasil menekan penularan virus corona. Kota berpenduduk 9 juta jiwa itu bahkan memiliki Museum Anti COVID-19.

Museum Anti COVID-19 itu sudah dibuka sejak 15 Oktober 2020. Pengunjung akan mendapat gambaran secara detail peristiwa saat virus mulai mewabah.

Seperti apa fakta-fakta Museum Anti Covid-19 di Wuhan tersebut? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Bekas rumah sakit untuk pasien covid-19

Gedung yang digunakan untuk museum ini merupakan bekas rumah sakit sementara untuk para pasien COVID-19 di Kota Wuhan. Pengunjung bisa melihat deretan ranjang pasien yang memang sengaja tidak dipindahkan.

Ada pula alat berat yang digunakan untuk membangun dua rumah sakit khusus COVID-19, yakni Huoshenshan dan Leishenshan.

Para pengunjung yang masuk ke dalam museum akan disuguhkan suasana yang mencekam. Di dalam museum terdapat koleksi audio-visual yang menunjukkan rekaman rintihan kesedihan, tangisan, dan suasana hiruk-pikuk saat virus mulai merajalela.

2. Dikunjungi 3 ribu orang per hari

Kota Wuhan kini mulai tampak normal seperti sedia kala. Museum Anti COVID-19 yang dibuka sejak 15 Oktober 2020 ini telah dikunjungi sekitar 3.000 orang per hari. Museum Anti COVID-19 ini bisa dikunjungi secara gratis untuk semua orang.

Baca Juga:Museum yang Gak Ngebosenin di Dunia 

3. Ada nama Indonesia di Museum Anti COVID-19

Museum Anti COVID-19 ini menampilkan banyak koleksi yang berhubungan dengan penanganan pandemik virus corona di Kota Wuhan. Salah satu yang menarik adalah nama orang kelahiran Indonesia yang dipamerkan, yakni Profesor Huang Xiqiu.

Profesor Huang Xiqiu merupakan sosok kelahiran Jember, Jawa Timur, yang menjadi arsitek pembangunan Rumah Sakit Huoshenshan. Rumah sakit inilah yang bisa menampung ribuan pasien corona di Wuhan dan dibangun dalam waktu yang sangat singkat.

Museum Anti COVID-19 juga memberikan penghargaan kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia. Ada nama Indonesia yang juga tertulis tak jauh dari pintu keluar museum. Nama tersebut diabadikan dalam bentuk paket dengan tulisan “Yìn ní”, yang artinya “Indonesia”.

Saat pandemik corona melanda Wuhan, Indonesia memang menjadi salah satu negara yang memberikan bantuan alat kesehatan kepada Tiongkok. Bantuan ini pun sempat diapresiasi Presiden Tiongkok, Xi Jinping.